SULTRAKINI.COM: KENDARI – Program Studi (Prodi) Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar kegiatan ASPIKOM Lokakarya Kurikulum Program Studi Jurnalistik Berbasis Outcome-Based Education (OBE) dengan tema “Adaptasi Kurikulum Program Studi Jurnalistik dalam Ekosistem AI yang Dinamis, Adaptif, Kreatif, dan Responsif.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis sore di Restoran Fajar, Kompleks Pier 29, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Acara berlangsung sejak pukul 12.00 WITA hingga ditutup dengan buka puasa bersama.
Lokakarya ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Founder & CEO KGI Network (Kabar Grup Indonesia), Upi Asmaradhana, serta Dr. M. Sulhan, M.Si yang merupakan Dewan Pembina ASPIKOM periode 2020–2023.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para pimpinan program studi komunikasi dan jurnalistik, dosen, serta alumni dari bidang jurnalistik dan ilmu komunikasi.
Ketua Prodi Jurnalistik UHO, Marsia Sumule Genggong, S.Sos., M.I.Kom, mengatakan bahwa lokakarya ini merupakan bagian dari kegiatan akademik untuk melakukan peninjauan kembali kurikulum yang saat ini diterapkan di program studi.
Menurutnya, peninjauan kurikulum dilakukan agar proses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja, khususnya dalam bidang jurnalistik.
“Harapannya, dari seluruh rangkaian kurikulum dan mata kuliah yang diberikan kepada mahasiswa, mereka dapat menjadi jurnalis yang profesional ketika lulus,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital, terutama kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan, termasuk dalam pendidikan jurnalistik.
Karena itu, melalui lokakarya ini Prodi Jurnalistik UHO berupaya mendesain mata kuliah yang berbasis Outcome-Based Education (OBE), yakni pendekatan pendidikan yang menekankan pada hasil atau kompetensi lulusan dari proses pembelajaran di perguruan tinggi.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan lulusan Prodi Jurnalistik UHO dapat menjadi alumni yang adaptif, kreatif, serta mampu beradaptasi dengan ekosistem teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam dunia jurnalistik.
“Mahasiswa nantinya diharapkan dapat langsung memanfaatkan teknologi yang ada, beradaptasi dengan cepat, serta menjadi profesional yang memiliki nilai lebih dibanding sebelumnya,” jelas Marsia.
Dalam kegiatan tersebut, narasumber Upi Asmaradhana juga memberikan sejumlah masukan terkait pengembangan kurikulum. Ia menekankan pentingnya perancangan mata kuliah yang selaras dengan perkembangan digitalisasi dan kebutuhan industri media saat ini.
Menurutnya, kurikulum jurnalistik perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi agar lulusan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang semakin berbasis digital.
Melalui proses peninjauan ini, Prodi Jurnalistik UHO berencana melakukan sejumlah penyesuaian pada mata kuliah dengan melibatkan kelompok dosen sesuai bidang keilmuan masing-masing.
Tim dosen nantinya akan mengevaluasi mata kuliah yang telah ada, kemudian menyesuaikannya dengan masukan dari para narasumber serta kebutuhan dunia digital saat ini. Dari proses tersebut juga dimungkinkan lahir mata kuliah baru yang relevan dengan perkembangan teknologi dan profesi jurnalisme.
Meski demikian, perubahan kurikulum tidak dilakukan secara keseluruhan, melainkan difokuskan pada mata kuliah yang dianggap paling mendesak dan berkaitan langsung dengan kebutuhan era digital.
Selain itu, Marsia juga menyampaikan bahwa saat ini akreditasi Prodi Jurnalistik UHO masih berstatus Baik Sekali. Pihaknya tengah mempersiapkan berbagai dokumen, termasuk laporan evaluasi diri, untuk diajukan ke LAMSPAK (Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial, Politik, Administrasi, dan Komunikasi).
“Harapannya, ke depan akreditasi Prodi Jurnalistik dapat meningkat menjadi akreditasi unggul. Saat ini prosesnya sedang berjalan dan kami mohon doa agar semuanya dapat berjalan lancar,” tutupnya.
Laporan: Andi Mahfud

3 hours ago
3















































