Wali Kota Kendari Resmikan Pasar Banteng, Siapkan Modal Usaha Rp5 Juta Tanpa Bunga bagi Pedagang

7 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, S.K.M., meresmikan Pasar Banteng yang berada di Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kamis (9/7/2026). Peresmian pasar tersebut menjadi langkah Pemerintah Kota Kendari dalam memperkuat pusat perdagangan rakyat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam sambutannya, Siska mengatakan Pasar Banteng merupakan pasar ke-12 yang beroperasi di Kota Kendari. Menurutnya, keberadaan pasar tersebut memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi berbagai komoditas, mulai dari hasil pertanian, perikanan, peternakan hingga produk pelaku UMKM.

Ia menilai, bertambahnya infrastruktur pasar menjadi bagian dari upaya menghadirkan fasilitas publik yang memadai seiring meningkatnya jumlah penduduk Kota Kendari dari tahun ke tahun.

“Pasar lokal ini memiliki arti yang sangat strategis karena menjadi jalur lalu lintas berbagai komoditas hasil pertanian, perikanan, peternakan maupun produk-produk UMKM lainnya,” ujar Siska.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk Kota Kendari yang kini mencapai sekitar 375 ribu jiwa menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk menetap di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara tersebut.

“Kalau orang terus datang dan bermukim di Kota Kendari, berarti kota ini dinilai menarik dan nyaman. Karena itu pemerintah harus terus menyediakan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat,” katanya.

Siska juga menyampaikan apresiasi kepada pihak swasta yang telah mempercayakan pembangunan Pasar Banteng melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Kendari. Ia menyebut kerja sama tersebut menjadi contoh sinergi yang mampu mempercepat pembangunan daerah.

Menurutnya, kolaborasi seperti ini masih tergolong langka karena umumnya pemerintah yang mengajak pihak swasta untuk bekerja sama. Namun pada pembangunan Pasar Banteng, justru pihak swasta memberikan kepercayaan kepada pemerintah untuk mengelola fasilitas tersebut demi kepentingan masyarakat.

Wali Kota menegaskan keberadaan pasar baru di Kecamatan Poasia juga diharapkan mampu mengurangi munculnya pasar-pasar liar yang selama ini beroperasi di bahu jalan. Pemerintah, kata dia, akan terus melakukan penataan agar aktivitas perdagangan berlangsung lebih tertib dan nyaman.

“Kita tidak menginginkan lagi banyak pasar berserakan di pinggir jalan. Karena itu pemerintah terus melakukan penataan agar masyarakat memiliki tempat berjualan yang layak,” ungkapnya.

Selain menjadi pusat perdagangan, Pasar Banteng diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Mulai dari membuka lapangan kerja, memberdayakan masyarakat, hingga menjadi wadah promosi berbagai produk lokal dan hasil ketahanan pangan warga.

Pada kesempatan itu, Siska juga mengajak para pedagang memanfaatkan program UMKM Maju yang menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Kendari. Melalui program tersebut, pelaku usaha dapat memperoleh bantuan modal usaha tanpa bunga dan tanpa agunan mulai dari Rp5 juta, dengan peluang peningkatan plafon pinjaman apabila pengembalian berjalan lancar.

“Lewat program UMKM Maju, pemerintah memberikan bantuan modal usaha tanpa bunga dan tanpa agunan mulai Rp5 juta. Kami berharap para pedagang memanfaatkan program ini agar usahanya terus berkembang dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” tutupnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|