SULTRAKINI.COM: KENDARI – Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Muhammadiyah Kendari justru memperkuat arah pengembangan kurikulumnya dengan menempatkan budaya lokal Sulawesi Tenggara sebagai fondasi utama pembelajaran. Langkah ini diyakini menjadi cara untuk melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki identitas dan karakter yang kuat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Lokakarya Kurikulum Program Studi Desain Komunikasi Visual Universitas Muhammadiyah Kendari Tahun 2026 yang digelar secara hybrid di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Selasa (7/7/2026). Kegiatan itu membahas penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri sekaligus tantangan perkembangan teknologi digital.
Ketua Program Studi DKV Universitas Muhammadiyah Kendari, Muh. Nato Alhaq, S.IP., M.Si, mengatakan kurikulum baru tidak hanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja, tetapi juga menjadi instrumen pelestarian budaya lokal melalui pendekatan desain dan teknologi.
Menurutnya, kampus tidak ingin hanya menghasilkan lulusan yang cerdas dan terampil, tetapi juga mampu berkontribusi dalam menyelamatkan serta memperkuat identitas budaya Sulawesi Tenggara. Karena itu, pihaknya mendorong berbagai upaya pendokumentasian, digitalisasi, hingga pengemasan budaya dalam bentuk storytelling dan produk-produk kreatif agar kekayaan budaya daerah tidak hilang seiring perkembangan zaman.
Selain itu, DKV UM Kendari juga ingin memastikan berbagai motif yang selama ini digunakan benar-benar berasal dari Sulawesi Tenggara. Muh. Nato mengakui masih terdapat keraguan terhadap sejumlah motif yang selama ini diklaim sebagai identitas daerah karena minimnya kajian akademik dan literasi budaya.
Ia mencontohkan, beberapa motif yang banyak digunakan bahkan masih diperdebatkan keasliannya oleh para pakar budaya. Menurutnya, klaim terhadap sebuah motif harus didasarkan pada penelitian yang kuat agar tidak mengambil identitas budaya daerah lain.
Muh. Nato menjelaskan terdapat tiga tantangan utama yang dihadapi Program Studi DKV dalam menyusun kurikulum di era saat ini. Pertama, perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), yang berkembang sangat cepat dan mulai mengambil alih sebagian pekerjaan di bidang desain. Meski demikian, AI tidak akan mampu menggantikan jiwa, filosofi, dan identitas budaya yang menjadi ruh dalam setiap karya desain.
“Yang tidak bisa diambil oleh AI adalah soul atau jiwa dari sebuah desain. Nilai, filosofi, dan identitas budaya itulah yang kami tanamkan kepada mahasiswa,” ujarnya.
Ia menegaskan, motif-motif khas Sulawesi Tenggara harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri. Nilai budaya yang lahir jauh sebelum teknologi AI berkembang merupakan kekayaan yang tidak bisa dihasilkan secara instan oleh mesin.
Kedua, masih minimnya literasi dan kajian akademik mengenai budaya serta motif khas Sulawesi Tenggara. Kondisi tersebut membuat sejumlah motif yang selama ini digunakan masih diperdebatkan keasliannya. Karena itu, dokumentasi, digitalisasi, dan penelitian budaya perlu terus diperkuat agar identitas budaya daerah memiliki dasar ilmiah yang jelas dan tidak mudah diklaim oleh daerah lain.
Ketiga, tantangan juga datang dari karakter generasi Z yang cenderung menginginkan segala sesuatu berlangsung cepat dan instan. Menurut Muh. Nato, membangun karya desain berbasis budaya memerlukan proses panjang, mulai dari memahami filosofi hingga mengolahnya menjadi sebuah produk kreatif yang memiliki nilai dan identitas.
Di sisi lain, Muh. Nato turut menyoroti persoalan apresiasi terhadap karya desainer lokal yang masih rendah. Menurutnya, para pelaku industri kreatif sering kali dituntut menghasilkan karya terbaik, namun belum diimbangi dengan penghargaan dan nilai ekonomi yang layak. Karena itu, ia berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dapat menciptakan ekosistem kreatif yang mampu mengangkat budaya lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan para kreatornya.
Laporan: Anti

5 hours ago
5

















































