SULTRAKINI.COM: KENDARI – Suasana halaman Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dipenuhi ratusan mahasiswa yang bersiap mengemban tugas pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 1.207 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 resmi dilepas untuk menjalankan pengabdian di berbagai desa di Sulawesi Tenggara, Selasa (7/7/2026), oleh Wakil Rektor I IAIN Kendari, Dr. Jumarddin La Fua, M.Si., mewakili Rektor.
Dalam sambutannya, Dr. Jumarddin La Fua menegaskan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik, melainkan wadah bagi mahasiswa untuk membuktikan kepedulian dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Menurutnya, keberadaan mahasiswa di desa harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh warga.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian. Mahasiswa juga diminta menjunjung tinggi etika, membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa, serta mampu bekerja sama dengan masyarakat dalam menjalankan setiap program.
“Keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari kemampuan mahasiswa membangun kolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah desa sehingga program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Dr. Jumarddin.
Selain itu, peserta KKN diharapkan meninggalkan kesan positif melalui sikap, perilaku, serta berbagai kegiatan yang berdampak bagi masyarakat. Ia menilai keberhasilan mahasiswa akan tercermin dari hubungan harmonis yang terbangun selama proses pengabdian berlangsung.
Sementara itu, Ketua Panitia KKN yang juga Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LPPM IAIN Kendari, Dr. Syamsuddin, M.Pd., melaporkan bahwa sebanyak 1.192 mahasiswa mengikuti KKN Reguler yang akan berlangsung selama 45 hari. Mereka akan ditempatkan di 173 desa yang tersebar pada 22 kecamatan di tiga kabupaten di Sulawesi Tenggara.
Selain KKN Reguler, IAIN Kendari juga mengirimkan 11 mahasiswa dalam program KKN Inklusif. Tiga mahasiswa lainnya dipercaya mengikuti KKN Nusantara yang dijadwalkan berlangsung di Serang, Banten, pada 15 hingga 23 Agustus 2026.
Dr. Syamsuddin menjelaskan, tema KKN Tahun 2026 adalah “Membangun Kemandirian Desa melalui Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).” Tema tersebut menjadi landasan pelaksanaan seluruh program pengabdian mahasiswa di lapangan.
Menurutnya, implementasi KKN akan difokuskan pada lima program unggulan, meliputi bidang pendidikan dan keagamaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan, lingkungan, serta tata kelola pemerintahan dan sosial kemasyarakatan. Kelima bidang tersebut dirancang untuk mendukung pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs.
Pada kesempatan yang sama, Ketua LPPM IAIN Kendari, Dr. Abdul Kadir, M.Pd., menyampaikan bahwa salah satu program unggulan tahun ini adalah pendampingan pelaku UMKM desa dalam proses pengurusan sertifikasi halal. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Ia juga meminta seluruh mahasiswa menjaga hubungan baik dengan pemerintah desa, masyarakat, maupun dosen pembimbing lapangan selama menjalankan pengabdian. Menurutnya, sikap dan perilaku mahasiswa akan menjadi cerminan citra IAIN Kendari di tengah masyarakat.
Melalui KKN Tahun 2026, IAIN Kendari menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Berbagai program yang dijalankan diharapkan mampu melahirkan solusi nyata bagi desa sekaligus mendorong tercapainya pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara.
Laporan: Andi Mahfud

9 hours ago
6

















































