DP3A Kendari Gandeng 10 Organisasi Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak

6 hours ago 3

SULTRAKINI.COM: KENDARI- Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Kendari menggandeng 10 organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah akan melakukan sosialisasi dan edukasi di sejumlah sekolah dengan menyasar siswa baru pada masa pengenalan lingkungan sekolah.

Kepala DP3A Kota Kendari Fitriani Sinapoy mengatakan, peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian serius sehingga diperlukan langkah pencegahan yang melibatkan banyak pihak.

“Kami membangun kolaborasi dengan sejumlah lembaga yang peduli terhadap kasus kekerasan perempuan dan anak untuk bersama-sama turun melakukan sosialisasi dan edukasi di sekolah-sekolah SMP dan SD,” ujar Fitriani seusai rapat bersama organisasi perempuan di Kantor DP3A Kota Kendari, Rabu (8/7/2026).

Sebagai tahap awal, program tersebut akan dilaksanakan di 10 sekolah menengah pertama dan satu sekolah dasar di Kota Kendari. Sasaran utama kegiatan ialah peserta didik baru yang tengah mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah.

Menurut Fitriani, pelaksanaan di 11 sekolah itu merupakan langkah awal sebelum program diperluas ke sekolah-sekolah lain, termasuk satuan pendidikan anak usia dini (PAUD).

“Ini baru tahap awal. Ke depan, kegiatan serupa akan dilanjutkan di sekolah-sekolah lainnya, termasuk PAUD,” katanya.

Direktur Rumpun Perempuan Sultra (RPS), Husnawati, menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menilai penanganan persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja, melainkan membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil.

“RPS selama ini juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Namun, hasilnya tentu akan lebih maksimal jika dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Senada dengan itu, Direktur Yayasan Lambu Ina Yustina Fendrita menekankan pentingnya edukasi di lingkungan sekolah. Menurut dia, banyak korban kekerasan berada pada kelompok usia anak sehingga pemahaman mengenai bentuk, dampak, dan cara melaporkan kekerasan perlu diberikan sejak dini.

“Anak-anak perlu mengetahui bentuk-bentuk kekerasan dan perundungan, dampaknya, serta apa yang harus dilakukan ketika menjadi korban atau menyaksikan peristiwa kekerasan,” kata Yustina.

Sebagai bentuk komitmen pelaksanaan program kolaboratif tersebut, DP3A Kota Kendari menandatangani nota kesepahaman dengan empat organisasi, yakni Rumpun Perempuan Sultra, Yayasan Lambu Ina, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sultra, dan Jaringan Perempuan Pesisir Sultra.

Selain empat organisasi tersebut, sejumlah lembaga lain yang akan terlibat dalam kegiatan sosialisasi ialah Aliansi Perempuan Sultra, Forhati, Perempuan Katolik Sultra, Wahdah, Sarikat Perempuan, dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Melalui kerja sama ini, DP3A berharap upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat menjangkau lebih banyak pelajar dan membangun lingkungan pendidikan yang aman bagi anak.

Laporan: Riswan

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|