SULTRAKINI.COM: KENDARI – Raut bahagia dan rasa syukur terpancar dari wajah Nur Grace saat namanya diumumkan sebagai wisudawan terbaik tingkat Universitas Halu Oleo (UHO) pada Wisuda Periode IV yang digelar di Auditorium Mokodompit UHO, Kamis, 7 Mei 2026. Capaian tersebut menjadi momen istimewa bagi mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UHO Program Studi Sastra Inggris itu setelah berhasil menyelesaikan studinya dengan prestasi gemilang.
Nur Grace berhasil meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,95 dengan predikat pujian dan menyelesaikan masa studinya hanya dalam waktu 3 tahun 9 bulan.
Mahasiswi kelahiran Medan, 3 November 2003 itu merupakan anak pertama dari empat bersaudara, pasangan Timbol Mihabalo dan Ratna Randang yang berprofesi sebagai wirausaha.
Dalam wawancaranya seusai acara wisuda, Nur Grace mengaku tidak pernah menyangka bisa menjadi lulusan terbaik tingkat universitas. Awalnya, ia hanya berharap dapat menjadi wisudawan terbaik di tingkat fakultas.
“Sebenarnya saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan terbaik seluruh kampus UHO. Saya hanya berpikir mungkin menjadi wisudawan terbaik di fakultas saja. Tetapi setelah diumumkan, saya merasa sangat bersyukur dan bahagia karena bisa menunaikan janji kepada orang tua dan melakukan yang terbaik untuk membanggakan mereka,” ungkapnya.
Meski lahir di Medan dan sempat tinggal di Kupang, Nur Grace mengatakan keluarganya telah lama menetap di Sulawesi Tenggara. Karena itu, UHO menjadi pilihan yang dekat dengan keluarga sekaligus tempat dirinya berkembang selama menempuh pendidikan.
Menurutnya, lingkungan kampus, dosen, hingga para pembimbing di UHO memiliki peran besar dalam perjalanan akademiknya. Ia menilai seluruh tenaga pengajar telah memberikan bimbingan terbaik bagi mahasiswa.
“Walaupun mungkin tidak sebesar kampus-kampus lain di luar sana, tetapi saya merasa lingkungan dan dosen-dosen di UHO sangat membantu saya berkembang. Saya sangat bersyukur dengan semua proses yang saya lalui di kampus ini,” katanya.
Tak hanya aktif di dunia akademik, Nur Grace juga menjalani pekerjaan sambil kuliah sejak tahun 2022. Ia bekerja sebagai guru les Bahasa Inggris dan penerjemah bagi tamu asal Amerika yang datang ke Sulawesi Tenggara.
Ia mengaku kunci utama menjalani kuliah sambil bekerja adalah kemampuan mengatur waktu dan memastikan pekerjaan tidak mengganggu proses perkuliahan.
“Saya memastikan kegiatan yang saya ikuti tidak mengganggu jadwal kuliah. Alhamdulillah, tempat saya bekerja juga memahami posisi saya sebagai mahasiswa, sehingga jadwal kerja yang diberikan cukup fleksibel,” jelasnya.
Nur Grace pun membagikan motivasi kepada mahasiswa lain yang sedang menjalani kuliah sambil bekerja. Menurutnya, banyak peluang pekerjaan yang bisa dicari mahasiswa selama mampu menyesuaikan dengan minat, kemampuan, dan jadwal kuliah.
“Yang paling utama tetap kuliah kita. Cari pekerjaan yang sesuai dengan minat dan tidak mengganggu jadwal perkuliahan,” ujarnya.
Di akhir wawancara, Nur Grace memberikan pesan kepada calon mahasiswa baru, khususnya yang akan bergabung di Fakultas Ilmu Budaya dan Universitas Halu Oleo.
“Tetaplah menjadi pribadi yang selalu melakukan yang terbaik, baik dalam keadaan sulit maupun mudah. Jalani semuanya dengan jujur, berintegritas, dan jangan lupa doa orang tua. Karena doa merekalah yang menuntun kita sampai di titik ini,” tutupnya.
Laporan: Andi Mahfud

4 hours ago
3

















































