SULTRAKINI.COM: KENDARI – Belasan siswa SDN 33 Kendari tampak antusias mengikuti sosialisasi penggunaan obat yang digelar mahasiswa KKN Tematik Aveloria Fakultas Farmasi Universitas Halu Oleo (UHO) Tahun 2026 di Kelurahan Abeli, Kota Kendari, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan tersebut mengangkat tema Sosialisasi Cerdas Gunakan Obat dan DAGUSIBU sebagai upaya memberikan edukasi kesehatan kepada siswa sejak dini. Materi dikemas secara interaktif agar siswa lebih mudah memahami cara menggunakan obat secara aman, tepat dan bertanggung jawab.
Sekretaris KKN Tematik Aveloria Fakultas Farmasi UHO, Andi Riski Nur’ Amelya, saat diwawancarai pada Senin (10/8/2026), mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan KKN Tematik Aveloria Fakultas Farmasi UHO Tahun 2026.
Kegiatan ini diikuti 15 mahasiswa KKN yang seluruhnya berasal dari Fakultas Farmasi UHO angkatan 2024. Adapun kelompok mahasiswa tersebut diketuai Muh. Fauzi Ramadhan.
Menurut Andi Riski, SDN 33 Kendari dipilih karena berada dalam wilayah Kelurahan Abeli yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN Tematik Aveloria Fakultas Farmasi UHO.
“Selain berada dalam wilayah KKN, siswa sekolah dasar merupakan sasaran yang tepat untuk diberikan edukasi kesehatan sejak dini agar memahami penggunaan obat yang aman, tepat dan bertanggung jawab,” kata Andi Riski.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya membeli atau menggunakan obat secara sembarangan. Salah satu materi yang disampaikan berkaitan dengan keluhan batuk yang berlangsung lama dan tidak seharusnya hanya ditangani dengan pengobatan mandiri tanpa mengetahui penyebabnya.
Mahasiswa kemudian memperkenalkan konsep DAGUSIBU yang merupakan singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan dan Buang Obat dengan Benar. Siswa diajarkan mendapatkan obat dari tempat terpercaya, menggunakan obat sesuai aturan, menyimpannya dengan tepat serta membuang obat yang sudah rusak atau kedaluwarsa secara aman.
“Pemahaman utama yang ingin ditanamkan adalah pentingnya menggunakan obat secara bijak dan bertanggung jawab. Obat tidak boleh digunakan secara sembarangan, tetapi harus diperoleh dari tempat terpercaya, digunakan sesuai aturan, disimpan dengan benar dan dibuang dengan aman,” ujarnya.
Tak hanya penyampaian materi, mahasiswa juga melakukan demonstrasi DAGUSIBU. Siswa diperagakan cara membaca informasi pada kemasan obat, mengenali aturan penggunaan hingga memahami tempat penyimpanan obat yang tepat.
Andi Riski mengatakan respons siswa selama kegiatan sangat positif. Mereka aktif mengikuti penyampaian materi, menjawab pertanyaan, mengikuti demonstrasi dan berpartisipasi dalam sesi tanya jawab.
“Edukasi penggunaan obat penting diberikan sejak sekolah dasar karena kebiasaan hidup sehat perlu dibentuk sejak dini. Anak-anak juga dapat menjadi penyampai informasi kesehatan kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” jelasnya.
KKN Tematik tersebut dibimbing oleh tim dosen yang diketuai Dr. Suryani, S.Farm., M.Sc., Apt., bersama Dr. rer. nat. Adryan Fristiohady, S.Farm., M.Sc., Apt.; Nuralifah, S.Farm., M.Kes., Apt.; Wa Ode Sitti Zubaydah, S.Si., M.Sc.; Arfan, S.Farm., M.S.Farm., Apt.; dan Sitti Raodah Nurul Jannah, S.Farm., M.S.Farm., Apt.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Aveloria Fakultas Farmasi UHO berharap pengetahuan mengenai penggunaan obat dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari dan turut dibagikan kepada keluarga. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kontribusi Fakultas Farmasi UHO dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sejak usia dini.
Laporan: Andi Mahfud

3 hours ago
2

















































