GETRA Disiapkan sebagai Gerbang Ekspor, Pemprov Sultra dan BI Perkuat Akses UMKM ke Pasar Global

15 hours ago 6

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia (BI) terus memperkuat langkah mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di pasar internasional. Salah satu strategi yang disiapkan adalah menghadirkan Gerai Ekspor Sultra (GETRA) sebagai pusat layanan terpadu yang akan mendampingi pelaku UMKM menembus pasar ekspor di luncurkan dalam momen Open Ceremony Sultra Maimo 2026 di The Park Kendari.

Inisiatif tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyelenggaraan Sultra Maimo 2026, yang berlangsung di The Park Kendari pada 2–9 Agustus 2026. Kehadiran GETRA diharapkan menjadi jawaban atas tantangan yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, mulai dari pemenuhan standar mutu, perizinan, hingga akses terhadap pasar luar negeri.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan daerah ini memiliki potensi besar melalui berbagai produk unggulan seperti hasil laut, kopi, produk olahan pangan, kerajinan, wastra, hingga kuliner khas yang memiliki peluang bersaing di pasar internasional.

Menurutnya, tantangan UMKM saat ini bukan lagi sekadar menghasilkan produk, tetapi bagaimana produk tersebut memiliki nilai tambah, memenuhi standar kualitas, memanfaatkan teknologi digital, memperoleh akses pembiayaan, dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Karena itu, perluasan akses pasar menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan UMKM di Sulawesi Tenggara,” Kata Gubernur dalam sambutannya di Open ceremony Sultra Maimo 2026. Jumat (7 agustus 2026).

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara menggagas Gerai Ekspor Sultra (GETRA) bersama Bank Indonesia, Bea Cukai, Badan Karantina Indonesia, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

GETRA dirancang sebagai pusat layanan ekspor terpadu yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga menyediakan konsultasi, pelatihan, pendampingan, hingga fasilitasi ekspor bagi pelaku usaha.

Melalui layanan tersebut, pelaku UMKM diharapkan dapat memahami berbagai persyaratan ekspor, mulai dari standar mutu produk, pengemasan, sertifikasi, hingga prosedur pengiriman barang ke luar negeri. Pendampingan juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan UMKM dalam memenuhi kebutuhan pasar global yang semakin kompetitif.

Gubernur mengajak seluruh pelaku UMKM di Sulawesi Tenggara memanfaatkan kehadiran GETRA sebagai sarana belajar dan memperkuat kapasitas usaha. Menurutnya, pendampingan yang berkelanjutan menjadi kunci agar produk-produk unggulan daerah mampu memenuhi standar internasional sekaligus memperluas jaringan pemasaran ke berbagai negara.

Selain memperluas akses ekspor, pemerintah daerah juga terus mendorong transformasi digital sebagai bagian dari penguatan daya saing UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur mengapresiasi komitmen Bank Indonesia yang selama ini aktif mempercepat digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS.

Hingga Triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS di Sulawesi Tenggara mencapai sekitar 350 ribu pengguna atau tumbuh 23,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara jumlah merchant telah mencapai lebih dari 267 ribu pelaku usaha atau meningkat 28,49 persen secara tahunan, dengan volume transaksi mencapai 5,23 juta transaksi.

Menurut Gubernur, perkembangan tersebut menunjukkan semakin banyak pelaku UMKM yang mulai beradaptasi dengan transaksi digital, sehingga mampu memberikan kemudahan bagi konsumen sekaligus memperluas peluang pemasaran.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan Sultra Maimo bukan sekadar festival tahunan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membangun ekosistem UMKM yang kuat dan saling terhubung dari hulu hingga hilir.

Ia menjelaskan, keberhasilan pengembangan UMKM membutuhkan kolaborasi seluruh pihak. Pemerintah berperan melalui kebijakan dan penyediaan infrastruktur, Bank Indonesia mendorong digitalisasi sistem pembayaran serta akses pasar, Otoritas Jasa Keuangan dan industri jasa keuangan memperluas akses pembiayaan, sementara dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media berkontribusi memperkuat inovasi serta promosi produk unggulan daerah.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai program dalam Sultra Maimo 2026, seperti pameran produk unggulan UMKM, business matching, Sultra Trade Forum, festival kuliner, coffee competition, kompetisi model bisnis sirkular, hingga fashion show wastra.

Edwin berharap rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga mampu melahirkan transaksi bisnis baru, membuka peluang kemitraan, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, sekaligus memperluas akses pasar bagi produk-produk unggulan Sulawesi Tenggara.

Melalui penguatan ekosistem UMKM, digitalisasi, dan dukungan ekspor melalui GETRA, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia optimistis semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu naik kelas, menembus pasar internasional, serta memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Laporan: Riswan

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|