SULTRAKINI.COM: KENDARI – Digitalisasi sistem pembayaran di Sulawesi Tenggara terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga Triwulan II 2026, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di daerah ini mencapai sekitar 350 ribu pengguna, atau tumbuh 23,20 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Tak hanya jumlah pengguna, pertumbuhan juga terjadi pada sisi pelaku usaha. Jumlah merchant QRIS di Sulawesi Tenggara kini telah menembus lebih dari 267 ribu merchant, meningkat 28,49 persen (year on year). Sementara itu, volume transaksi QRIS telah mencapai 5,23 juta transaksi, mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital.
Data tersebut disampaikan dalam rangkaian Sultra Maimo 2026, yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara bersama Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara di The Park Kendari.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, mengatakan pengembangan QRIS merupakan bagian dari strategi Bank Indonesia dalam memperkuat ekonomi daerah melalui transformasi digital.
Menurutnya, pertumbuhan pengguna dan merchant QRIS menunjukkan semakin tingginya penerimaan masyarakat terhadap pembayaran non-tunai yang cepat, aman, dan efisien.
“Digitalisasi pembayaran menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun UMKM yang lebih modern dan berdaya saing. Karena itu, Bank Indonesia terus memperluas penggunaan QRIS melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan,” katanya.
Edwin menjelaskan, penguatan digitalisasi juga menjadi bagian dari pembangunan ekosistem UMKM yang terintegrasi. Selain memperkenalkan sistem pembayaran digital, Bank Indonesia turut mendukung peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pendampingan, perluasan akses pasar, serta pengembangan produk unggulan daerah.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, mengatakan transformasi digital telah menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk meningkatkan daya saing di tengah perubahan pola konsumsi masyarakat.
Menurutnya, penggunaan sistem pembayaran digital tidak hanya memberikan kemudahan bagi konsumen, tetapi juga membantu pelaku usaha memperluas pasar, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mempercepat pengelolaan keuangan usaha.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan agar UMKM mampu berkembang dan bersaing di era ekonomi modern,” ujar Gubernur dalam keterangan resminya.
Ia mengapresiasi komitmen Bank Indonesia yang secara konsisten mendorong implementasi QRIS di Sulawesi Tenggara melalui edukasi, sosialisasi, dan perluasan jaringan merchant hingga menjangkau berbagai sektor usaha.
Selain mendukung kemudahan transaksi, digitalisasi pembayaran dinilai mampu meningkatkan inklusi keuangan masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital di daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Sultra Maimo 2026, yang menghadirkan berbagai kegiatan seperti pameran produk UMKM, business matching, Sultra Trade Forum, festival kuliner, coffee competition, kompetisi model bisnis sirkular, hingga fashion show wastra.
Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari strategi pengembangan usaha.
Dengan pertumbuhan pengguna, merchant, dan volume transaksi yang terus meningkat, QRIS kini tidak hanya menjadi alat pembayaran, tetapi juga menjadi salah satu pendorong utama digitalisasi ekonomi di Sulawesi Tenggara serta membuka peluang yang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang di era ekonomi digital.
Laporan: Riswan

15 hours ago
8

















































