SULTRAKINI.COM: KENDARI — Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani, M.A., menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sumber daya manusia unggul melalui kehadiran Sekolah Garuda di Sulawesi Tenggara.
Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada malam penutupan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara yang berlangsung di kawasan MTQ Kendari.
Dalam pidatonya, Najib menyebut Sekolah Garuda bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.
“Kita tidak hanya membangun gedung atau infrastruktur, tetapi membangun harapan dan mimpi tentang masa depan Indonesia yang dihargai secara keilmuan di tingkat dunia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Garuda dirancang sebagai sekolah unggulan dengan sistem pendidikan terpadu yang menggabungkan empat kurikulum, yakni kurikulum nasional, penguatan bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika), kurikulum internasional International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP), serta pendidikan karakter berbasis asrama.
Menurutnya, model pendidikan ini bertujuan mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan perspektif global.
Najib juga menekankan bahwa kehadiran Sekolah Garuda di Kabupaten Konawe Selatan akan membuka akses pendidikan berkualitas tinggi bagi putra-putri daerah tanpa harus keluar ke Pulau Jawa.
“Sekolah ini dirancang setara, bahkan lebih baik dari sekolah-sekolah unggulan di Indonesia. Dengan demikian, anak-anak terbaik Sulawesi Tenggara dapat berkembang di daerahnya sendiri,” katanya.
Selain itu, seluruh siswa yang diterima akan mendapatkan fasilitas pendidikan secara penuh, mulai dari biaya sekolah, asrama, kebutuhan hidup, hingga dukungan untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik dunia melalui skema beasiswa, termasuk yang telah dipersiapkan melalui LPDP.
Ia menambahkan, Sekolah Garuda juga menjadi bagian dari strategi nasional dalam mengisi kebutuhan talenta unggul di bidang STEM yang masih terbatas di Indonesia.
Untuk itu, sosialisasi telah dilakukan sejak jenjang SMP melalui berbagai kegiatan lomba, seperti lomba cerita, video kreatif, dan inovasi pelajar, guna menjaring bibit-bibit unggul sejak dini.
Saat ini, pembangunan Sekolah Garuda di Konawe Selatan telah mencapai sekitar 25 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan tahun ini.
“Insya Allah pada bulan Juli nanti, sekolah ini sudah dapat digunakan oleh siswa-siswi terbaik dari seluruh Indonesia,” ujarnya.
Najib pun mengajak seluruh pihak untuk memberikan dukungan agar pembangunan dan operasional sekolah tersebut berjalan lancar.
“Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat agar Sekolah Garuda ini sukses dan mampu melahirkan SDM unggul bagi Sulawesi Tenggara dan Indonesia,” tutupnya.
Laporan: Andi Mahfud

11 hours ago
6

















































