SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) UHO, Prof. Dr. Ir. Edward Ngii, ST., MT., menegaskan pentingnya orientasi global dalam pengembangan program studi di lingkungan Universitas Halu Oleo (UHO). Hal itu disampaikannya di sela Pelatihan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang digelar LPMPP UHO di Same Hotel Kendari, Pada Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Prof. Edward, penguatan sistem penjaminan mutu tidak hanya bertujuan mempertahankan capaian akreditasi nasional, tetapi juga menjadi fondasi bagi program studi untuk meraih pengakuan internasional. Saat ini, UHO terus mendorong berbagai program studi agar mampu bersaing di tingkat global.
Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat empat program studi dari tiga fakultas akan menjalani asesmen akreditasi internasional. Program studi tersebut berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Teknik, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
“Tim asesor internasional dijadwalkan melakukan kunjungan pada 23 hingga 27 Juni 2026. Mereka akan melakukan penilaian langsung terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di program studi yang diajukan,” ujarnya.
Prof. Edward menjelaskan, asesmen internasional tidak hanya menilai dokumen akademik, tetapi juga mencakup pertemuan dengan pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, mahasiswa, hingga peninjauan sarana dan prasarana pendukung pembelajaran. Seluruh komponen tersebut akan dicocokkan dengan standar yang berlaku secara internasional.
Menurutnya, proses tersebut menjadi momentum penting bagi UHO untuk menunjukkan kualitas tata kelola pendidikan yang selama ini terus diperkuat melalui sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan. Karena itu, seluruh unsur di tingkat universitas maupun fakultas harus mempersiapkan diri secara maksimal.
Ia juga berpesan kepada seluruh pimpinan fakultas dan program studi agar mulai membangun pola pikir berorientasi internasional. Menurutnya, persaingan perguruan tinggi saat ini tidak lagi terbatas pada level nasional, melainkan telah bergerak ke arah kompetisi global yang menuntut kualitas dan inovasi yang lebih tinggi.
“Kalau akreditasi nasional kita sudah semakin familiar dan banyak program studi yang unggul. Namun untuk akreditasi internasional, kita masih harus terus belajar dan membiasakan diri agar mampu memenuhi standar global,” katanya.
Lebih lanjut, Prof. Edward menegaskan bahwa langkah menuju akreditasi internasional merupakan bagian dari upaya besar UHO untuk meningkatkan daya saing dan reputasi kampus di tingkat dunia. Ia optimistis, dengan semakin banyak program studi yang memperoleh pengakuan internasional, posisi UHO dalam berbagai pemeringkatan global akan semakin kuat dan membuka peluang lebih besar untuk mewujudkan cita-cita sebagai universitas berkelas dunia.
Laporan: Andi Mahfud

1 day ago
6

















































