APEKSI Komwil VI Bahas Isu Sampah Nasional, Kendari Jadi Percontohan Daerah Inovatif

1 day ago 6

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kota Kendari menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja (RAKER) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Komisariat Wilayah (Komwil) VI Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Claro Kendari, 3–4 Juni 2026.

Mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Membangun Indonesia Timur” dengan subtema “Penanganan dan Pengelolaan Sampah Berbasis Partisipasi”, kegiatan tersebut dihadiri para wali kota dan perwakilan pemerintah kota dari wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, yang juga menjabat sebagai Ketua Apeksi Komwil VI, menyampaikan bahwa Apeksi merupakan wadah asosiasi pemerintah kota se-Indonesia yang beranggotakan 98 kota dan terbagi dalam enam regional.

Menurutnya, Komwil VI yang meliputi kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua saat ini terdiri dari 17 kota anggota. Ia menegaskan bahwa semangat utama kepengurusan Komwil VI adalah mendorong seluruh kota di kawasan timur Indonesia untuk berkembang secara bersama-sama.

“Kita tidak ingin hanya beberapa kota yang maju. Kita ingin 17 kota di wilayah timur ini tumbuh dan berkembang secara setara tanpa ada yang tertinggal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kepengurusan Komwil VI yang dipimpinnya telah berjalan sekitar satu tahun sejak dilantik di Makassar pada 24 April 2025. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai program telah dijalankan berdasarkan enam kebijakan pokok yang ditetapkan dalam Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) ke-10.

Enam kebijakan tersebut meliputi pemantapan advokasi dan regulasi, peningkatan informasi dan komunikasi, peningkatan kapasitas pemerintah kota, pengembangan kerja sama antardaerah, penguatan kemitraan antar lembaga, serta konsolidasi organisasi.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah program yang belum terlaksana secara maksimal akibat keterbatasan anggaran dan kondisi fiskal yang dihadapi sebagian besar pemerintah daerah.

“Kami menyadari masih banyak hal yang perlu ditingkatkan. Karena itu, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh anggota Komwil VI apabila dalam satu tahun kepengurusan ini masih terdapat kekurangan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Siska juga memaparkan tiga langkah strategis yang menjadi fokus Apeksi Komwil VI sepanjang tahun 2026. Ketiga langkah tersebut yakni responsif terhadap isu strategis nasional, memastikan dukungan pembiayaan organisasi, serta memperkuat eksistensi Apeksi Komwil VI melalui berbagai aktivitas yang terstruktur dan berkelanjutan.

Salah satu isu strategis yang menjadi perhatian dalam RAKER kali ini adalah persoalan pengelolaan sampah yang saat ini menjadi agenda nasional sekaligus perhatian pemerintah pusat.

Karena itu, Apeksi menghadirkan perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup sebagai keynote speaker guna memberikan arah kebijakan dan penguatan kapasitas pemerintah kota dalam menangani persoalan sampah di daerah masing-masing.

Sementara itu, usai membuka kegiatan secara resmi, Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara menegaskan dalam wawancaranya bahwa isu pengelolaan sampah tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga lingkungan hidup yang sehat dan berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah pusat melalui Presiden telah mendorong program ASRI yang menitikberatkan pada terciptanya lingkungan yang aman, sehat, rapi, dan indah.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Kendari di bawah kepemimpinan Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM, telah lebih dahulu menginisiasi berbagai program pengelolaan sampah bahkan sebelum isu tersebut menjadi gerakan nasional.

“Kami bersama pemerintah daerah dan unsur Forkopimda telah melaksanakan berbagai langkah penanganan sampah yang didukung oleh regulasi dan kebijakan daerah,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, Pemerintah Kota Kendari tengah menjalankan program percontohan pengelolaan sampah berbasis sumber di salah satu kecamatan. Dalam program tersebut, sampah diangkut langsung dari rumah ke rumah sekaligus mendorong masyarakat melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat agar mampu memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum diangkut ke tempat pengolahan.

Selain berfokus pada penanganan lingkungan, pemerintah juga mendorong pemanfaatan sampah sebagai bagian dari ekonomi sirkular yang dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Salah satu upaya yang telah dilakukan yakni pembentukan bank sampah di berbagai kelurahan. Dari total 65 kelurahan di Kota Kendari, saat ini telah terbentuk sekitar 40 bank sampah yang aktif melibatkan masyarakat.

“Kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa sampah bukan lagi sesuatu yang harus dihindari, tetapi bisa menjadi sumber nilai ekonomi,” jelasnya.

Ia mencontohkan keberhasilan pengelolaan bank sampah yang telah berjalan di Kelurahan Watu-Watu, Kecamatan Kendari Barat. Program tersebut dinilai mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat sekaligus mendukung upaya pengurangan volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir.

Melalui RAKER Apeksi Komwil VI Tahun 2026 ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan langkah strategis yang mampu memperkuat sinergi antar pemerintah kota dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, khususnya pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat demi mewujudkan kawasan Indonesia Timur yang lebih maju dan berkelanjutan.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|