Gambar: para gadis-gadis yang menjual kacang (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)
SULTRAKINI.COM: WAKATOBI- Suasana malam Ramadan di Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, terasa berbeda. Selain diwarnai aktivitas ibadah, warga juga melestarikan tradisi Herapo-Rapo yang kini lebih dikenal dengan sebutan “Kacang Jodoh”.
Tradisi Herapo-Rapo masih bertahan dan menjadi bagian khas Ramadan di Wangi-Wangi, ibu kota Kabupaten Wakatobi. Setiap malam selama bulan suci, usai salat tarawih hingga sekitar pukul 23.00 Wita, para gadis remaja terlihat duduk berjejer di depan rumah mereka.
Dengan penerangan pelita sederhana, mereka menjajakan kacang tanah yang telah disangrai sendiri. Suasana temaram cahaya lampu tradisional justru menjadi ciri khas yang memperkuat nuansa adat dalam tradisi tersebut.
Selama waktu itu, para pembeli berdatangan dari berbagai penjuru kampung dan didominasi remaja pria. Tak sekadar bertransaksi, momen ini juga menjadi ajang silaturahmi dan perkenalan antar generasi muda.
Yana, salah seorang gadis asal Kelurahan Wandoka, mengungkapkan bahwa mereka tidak lagi berjualan kacang pada malam Lailatul Qadar atau malam ke-27 Ramadan. “Biasanya kami berhenti jualan di malam ke-27 kajiri’a,” ujarnya, Jumat (28/2/2026)
Dalam satu malam, para penjual kacang bisa memperoleh penghasilan berkisar antara Rp 80 ribu hingga Rp 200 ribu. Uang tersebut umumnya ditabung untuk membeli pakaian Lebaran maupun memenuhi kebutuhan pribadi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Bagi masyarakat setempat, tradisi ini bukan sekadar aktivitas jual beli. Herapo-Rapo telah menjadi bagian dari kearifan lokal yang mempererat hubungan sosial serta menjaga nilai budaya selama Ramadan.
Bahkan, dalam tradisi ini tak sedikit muda-mudi yang berkenalan hingga akhirnya melangkah ke pelaminan. Karena itulah, Herapo-Rapo kemudian populer dengan sebutan “Kacang Jodoh”.
Di tengah perkembangan zaman, tradisi Herapo-Rapo tetap hidup sebagai simbol kebersamaan, kemandirian, dan warisan budaya yang terus dijaga dari generasi ke generasi di Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi.
Laporan: Amran Mustar Ode

19 hours ago
6
















































