SULTRAKINI.COM: KENDARI — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA), Sekaligus menggelar kegiatan bertajuk “Pelatihan Penanganan Awal Luka Bakar” yang dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, pukul 15.30 hingga 18.00 WITA, bertempat di Aula Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo.
Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta, melampaui target awal panitia yang berkisar antara 100 hingga 110 peserta. Peserta berasal dari berbagai unsur, antara lain masyarakat umum, relawan, organisasi kemanusiaan, lembaga teknis, mitra pemerintah, serta insan media di Kota Kendari.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya dalam penanganan awal luka bakar. Selain itu, dinamika global yang menunjukkan potensi eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah turut menjadi perhatian, mengingat luka bakar merupakan salah satu dampak yang kerap terjadi dalam situasi konflik maupun bencana.
Acara dibuka secara resmi melalui sambutan Komandan KARTANA, Muhammad Matin Adhiddia, serta Wali Kota Kendari yang diwakili oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Kendari, Cornelius Padang, S.E., M.M.
Dalam sambutannya, Komandan KARTANA Muhammad Matin Adhiddia, menyampaikan bahwa pemilihan tema luka bakar pada peringatan HUT ke-2 ini merupakan bentuk refleksi sekaligus penghormatan kepada para korban dari berbagai peristiwa kebakaran di Kota Kendari.
Ia juga mengutip lirik lagu “Sedia Aku Sebelum Hujan” karya Idgitaf, yang kemudian dimodifikasi menjadi: “Sedia ilmu penanganan awal luka bakar sebelum hujan.”
Menurutnya, kesiapsiagaan harus dibangun sebelum bencana terjadi melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan yang tepat. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dalam semangat: “Gotong royong menuju Kendari Tangguh Bencana.”
Pelatihan ini menghadirkan narasumber dr. Alim Al Fath Rianse, Sp.B., FICS, yang memaparkan materi terkait konsep dasar luka bakar, klasifikasi berdasarkan derajat, prinsip pertolongan pertama sesuai standar, serta indikasi rujukan medis. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai tindakan yang harus dihindari agar tidak memperburuk kondisi korban.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi dan pre-test, dilanjutkan dengan pembukaan, pemaparan materi, serta sesi diskusi interaktif. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test sebagai bentuk evaluasi. Untuk meningkatkan partisipasi, panitia juga menyelenggarakan pembagian doorprize di sela-sela kegiatan.
Sebagai puncak acara, dilakukan pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur, serta serah terima simbolis unit motor rescue trail oleh Muhammad Matin sebagai upaya penguatan sarana operasional dalam mendukung kegiatan kemanusiaan di lapangan. Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh berbagai manfaat, antara lain pengetahuan penanganan awal luka bakar, e-certificate, alat tulis kantor (ATK), souvenir eksklusif, doorprize, konsumsi, serta kesempatan memperluas jejaring lintas sektor kebencanaan.
Muhammad Matin berharap kegiatan ini dapat terus memperkuat kapasitas relawan serta membangun sistem kebencanaan yang tangguh, responsif, dan terintegrasi di Kota Kendari.
Laporan: Andi Mahfud

19 hours ago
5
















































