PT Vale Indonesia Gelar Layanan Kesehatan Ibu dan Anak di Baula, Perkuat Deteksi Dini Kehamilan Berisiko

18 hours ago 8

SULTRAKINI.COM: KOLAKA-PT. Vale Indonesia (PTVI) IGP Pomalaa tak henti-hentinya melakukan kegiatan sosial di wilayah kerjanya. Hal tersebut tercermin sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan kualitas dan pengetahuan masyarakat. Kali ini, PT Vale Indonesia (PTVI) IGP Pomalaa menggelar kegiatan pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui program ESG KIA PTVI yang dilaksanakan di Puskesmas Baula, Kabupaten Kolaka, Selasa (31/3).

Program ini tak sekadar pemeriksaan rutin. Sejumlah ibu hamil yang datang langsung menjalani pemeriksaan komprehensif, mulai dari skrining awal hingga USG. Hasilnya, ditemukan berbagai kondisi kehamilan, termasuk kehamilan usia muda hingga kasus berisiko seperti keracunan kehamilan.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgyn), dr. H. Marwan Abbas, Sp.Og, mengatakan deteksi dini menjadi kunci utama dalam mencegah komplikasi yang lebih serius.

“Dengan pemeriksaan sejak awal, potensi risiko bisa diketahui lebih cepat, sehingga penanganannya juga bisa segera dilakukan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pasien yang terdeteksi berisiko langsung diberikan obat, edukasi, serta arahan tindak lanjut agar kondisi kehamilan tetap terjaga hingga persalinan.

Tak hanya itu, layanan ini juga menjangkau ibu hamil yang sebelumnya belum pernah mendapatkan akses ke dokter spesialis di puskesmas. Menurut dr. Marwan, kehadiran program seperti ini memberi dampak nyata bagi masyarakat.

“Kalau kegiatan ini berlanjut, manfaatnya sangat besar. Masyarakat jadi lebih mudah mendapatkan layanan spesialis, khususnya bagi ibu hamil,” ujarnya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Medis PTVI IGP Pomalaa, dr. Fathurrahman, menegaskan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak di sekitar wilayah operasional.

Program tersebut juga menjadi implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial, dengan memperkuat akses layanan kesehatan masyarakat.

“Harapannya, kualitas pemantauan kesehatan ibu hamil meningkat, sekaligus menekan risiko komplikasi selama kehamilan hingga persalinan,” katanya.

Kegiatan ini juga mempertegas sinergi antara perusahaan, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperkuat layanan kesehatan di tingkat puskesmas.

“Dengan adanya program ini, pelayanan kesehatan ibu hamil di Puskesmas Baula diharapkan semakin optimal,” katanya.

Laporan: Anti

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|