SULTRAKINI.COM: KENDARI — Penertiban parkir di kawasan Tugu MTQ Kendari yang dilakukan Dinas Perhubungan Kota Kendari menunjukkan perkembangan positif. Setelah lebih dari sebulan melakukan pengawasan intensif, Dishub mencatat adanya perubahan signifikan terhadap kesadaran masyarakat, khususnya pada sore hingga malam hari.
Hal itu disampaikan Kepala Dishub Kota Kendari, Paminuddin, saat diwawancarai di Kantor Dishub, Kamis (26/2/2026).
“Alhamdulillah, selama Januari hingga sekarang dalam penertiban parkir di area MTQ sudah ada perubahan. Sebagian besar warga Kota Kendari yang berkunjung sudah mengetahui area-area tertentu yang tidak boleh digunakan untuk parkir,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat beberapa pengunjung yang memarkir kendaraan tidak pada tempatnya. Namun jumlah tersebut dinilai jauh berkurang dibandingkan sebelumnya.
“Kalau dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, ini sudah relatif sangat berkurang. Artinya, setelah kami lakukan evaluasi dan penertiban setiap malam, ada perubahan signifikan dalam kesadaran masyarakat,” jelasnya.
Paminuddin menegaskan, pihaknya masih rutin melakukan penertiban setiap malam di kawasan MTQ. Ia bahkan menyebut belum dapat memastikan kapan pengawasan tersebut akan dihentikan.
“Kalau ditanya sampai kapan, tentu saya jawab sampai tertib. Selama belum tertib sepenuhnya, kami akan terus turun melakukan penertiban,” tegasnya.
Ia menjelaskan, saat ini pengunjung sudah mulai mengalihkan parkir kendaraan ke kantong parkir di sisi kiri kawasan MTQ. Sementara parkir di sisi kanan jalan disebut sudah berkurang drastis.
“Tempat duduk di pinggir jalan MTQ itu untuk bersantai masyarakat. Silakan duduk dan menikmati suasana, tapi parkir tetap harus di sebelah kiri, jangan dekat area tempat duduk,” katanya.
Terkait sanksi bagi pelanggar, Paminuddin menyebut pihaknya mengedepankan pendekatan persuasif. Namun, jika pelanggaran dilakukan berulang kali oleh orang yang sama, tindakan tegas bisa saja diterapkan.
“Kalau sudah berulang kali kami sosialisasikan dan masih melanggar di tempat yang sama, tentu ketegasan akan kami tingkatkan. Bisa saja kendaraan dikempeskan bannya atau ada pembatasan aktivitas di area tersebut,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa tindakan represif bukanlah solusi utama. Menurutnya, sosialisasi yang baik, santun, namun tetap tegas menjadi kunci keberhasilan penertiban.
“Kita ini semua keluarga. Mereka juga ingin berjualan, beraktivitas, dan menikmati suasana MTQ. Jadi tidak bisa langsung bertindak keras. Kalau diberi tahu dengan baik dan tegas, masyarakat biasanya lebih memahami,” katanya.
Dishub berharap kesadaran dan pemahaman masyarakat terus meningkat, sehingga kawasan MTQ tetap tertib, bersih, dan nyaman bagi warga maupun pendatang yang berkunjung ke Kota Kendari.
Laporan: Andi Mahfud

9 hours ago
4















































