SULTRAKINI.COM: PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan laba sebelum pajak konsolidasi sebesar Rp8,8 triliun. Capaian tersebut memperkuat posisi perseroan sebagai salah satu bank swasta nasional terbesar di Indonesia.
Presiden Direktur & CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, mengatakan kinerja tersebut mencerminkan konsistensi performa bisnis sekaligus kesehatan fundamental perusahaan. Earnings per share tercatat Rp273,53 dengan rasio profitabilitas yang tetap terjaga.
“Kinerja 2025 menunjukkan fundamental bisnis yang kuat, likuiditas dan permodalan yang semakin solid, serta kualitas aset yang terjaga,” kata Lani dalam keterangan resminya.
Sepanjang 2025, total kredit dan pembiayaan CIMB Niaga tumbuh 4,5 persen secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp238,3 triliun. Pertumbuhan tertinggi berasal dari segmen perbankan korporat yang meningkat 6,7 persen, diikuti perbankan konsumer 3,4 persen dan usaha kecil menengah 2 persen. Pada segmen ritel, peningkatan terutama didorong oleh kredit pemilikan mobil yang naik 10,1 persen.
Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp270,5 triliun atau tumbuh 3,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didukung pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 10,1 persen menjadi Rp189,5 triliun dengan rasio CASA mencapai 70 persen.
Posisi keuangan bank juga tetap kuat dengan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) sebesar 24,8 persen dan loan to deposit ratio (LDR) 86,8 persen. Total aset konsolidasian per 31 Desember 2025 tercatat Rp372,7 triliun.
Unit usaha syariah perseroan juga menunjukkan kinerja stabil. Hingga akhir 2025, pembiayaan syariah mencapai Rp55,7 triliun dengan DPK Rp50,3 triliun, mempertahankan posisinya sebagai salah satu unit usaha syariah terbesar di Indonesia.
Di sisi layanan, transformasi digital menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Bank mencatat 91,6 persen transaksi nasabah telah dilakukan melalui kanal digital, termasuk platform OCTO, BizChannel@CIMB, ATM, dan OCTO Pay. Transaksi finansial melalui aplikasi dan website OCTO bahkan meningkat 48 persen sepanjang tahun.
CIMB Niaga juga memperluas jaringan layanan berbasis teknologi melalui konsep Digital Branch dan Digital Hub. Hingga akhir 2025, bank telah mengoperasikan 34 Digital Branch dan 28 Digital Hub di berbagai kota.
Selain kinerja bisnis, perusahaan turut memperkuat komitmen keberlanjutan. Pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp59,5 triliun atau sekitar 25 persen dari total pembiayaan, termasuk sektor energi terbarukan dan UMKM. Bank juga mencatat penurunan emisi gas rumah kaca operasional sebesar 46 persen dibandingkan baseline 2019 melalui berbagai inisiatif efisiensi energi.
Program sosial perusahaan sepanjang 2025 menjangkau lebih dari 10.000 penerima manfaat di bidang pendidikan, mendukung sekitar 3.300 penerima manfaat program pencegahan stunting, serta memberdayakan hampir 1.000 UMKM di Indonesia Timur.
Memasuki 2026, manajemen menyatakan akan tetap fokus pada pertumbuhan kredit yang prudent, penguatan dana murah, serta efisiensi biaya dengan tetap menjaga kualitas aset. “Dengan strategi Forward30, kami optimistis dapat mempertahankan kinerja positif dan memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi pemangku kepentingan,” ujar Lani.
Laporan: Riswan

9 hours ago
5















































