KAHMI Sultra Jadikan Ramadan Momentum Penguatan Refleksi Keislaman dan Kebangsaan

4 hours ago 1

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sambutan pengantar kedua dalam kegiatan buka puasa dan tarawih bersama Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Sulawesi Tenggara disampaikan oleh Prof. Dr. H. Nur Alim, M.Pd., Anggota Presidium MW KAHMI Sultra yang juga akademisi IAIN Kendari.

Kegiatan buka puasa dan tarawih bersama yang berlangsung pada 27 Februari 2026 di KAHMI Center (KC), Jalan Saranani, Gang Lafran No. 51 A, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari itu berjalan khidmat namun penuh keakraban. Acara dilanjutkan dengan diskusi yang diikuti puluhan peserta dari unsur KAHMI dan mahasiswa.

Dalam sambutannya, Prof. Nur Alim menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang disebutnya sebagai bagian kedua dari rangkaian buka bersama yang diisi dengan kajian keagamaan, kebangsaan, dan keilmuan.

Menurutnya, tiga aspek tersebut merupakan “DNA besar” Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) yang harus terus dihidupkan dan disegarkan, baik oleh kader maupun alumni.

“Momentum Ramadan ini bukan hanya bulan spiritualitas, tetapi juga kesempatan melakukan refleksi ideologis. Apakah kita masih mampu merawat spiritualitas, kebangsaan, dan keilmuan secara seimbang?” ujarnya.

Ia menekankan bahwa nilai-nilai perjuangan Nabi Muhammad SAW tidak hanya diwariskan dalam aspek spiritual, tetapi juga intelektualitas dan kepemimpinan sosial yang terintegrasi. Karena itu, tradisi kajian dalam setiap momentum buka puasa dinilai penting agar terjadi keseimbangan antara penguatan spiritual dan tanggung jawab kebangsaan.

Prof. Nur Alim juga menyinggung sejarah berdirinya HMI yang memadukan kekuatan keislaman dan kebangsaan. Ia mengingatkan bahwa dalam dinamika mahasiswa Islam, seringkali terjadi ketimpangan antara penguatan agama dan kesadaran kebangsaan. HMI, katanya, hadir untuk memadukan keduanya secara harmonis.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader dan alumni yang kini telah tersebar di berbagai bidang—mulai dari birokrasi, dunia bisnis, hingga akademisi—untuk merefleksikan peran sosial masing-masing.

“Kehadiran kita di sini bukan sekadar duduk bersama atau berbuka puasa, tetapi menjadi ruang refleksi. Apakah posisi kita hari ini sudah memberi kontribusi nyata bagi perbaikan sosial di lingkungan masing-masing?” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan harapan agar ke depan KAHMI Sultra dapat menghadirkan program pengabdian yang lebih konkret, termasuk rencana pendirian pesantren sebagai bagian dari kontribusi pendidikan di Sulawesi Tenggara.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada sponsor kegiatan, khususnya Dekan FISIP dan Dekan FKIP UHO, yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

Suasana semakin cair ketika Prof. Nur Alim melontarkan candaan bahwa kedua dekan tersebut telah memenuhi syarat untuk maju sebagai Rektor UHO dari kader HMI, yang disambut gelak tawa hadirin.

MW KAHMI Sultra berharap kegiatan ini menjadi warna baru dalam memperkuat konsolidasi alumni serta menjaga tradisi intelektual dan kebangsaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|