FISIP UHO Launching Bank Sampah: Hadirkan OJK, BEI, DLH, dan NGO dalam Seminar Enviropreneur

1 week ago 17

SULTRAKINI.COM: KENDARI-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo Gelar Kegiatan Seminar Enviropreneur dan Launching Bank Sampah resmi digelar oleh KSPM bersama Galeri Investasi UHO pada Kamis, 20 November 2025, bertempat di Aula Bahtiar FISIP UHO. Acara dimulai pukul 07.30 WITA dan mengangkat tema “Mengubah Sampah Menjadi Uang”, sebagai upaya mendorong literasi pengelolaan sampah bernilai ekonomis di kalangan mahasiswa.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Ricky, S.E., M.M., CFP, Deputi Kepala Wilayah Sulawesi Tenggara PT Bursa Efek Indonesia; Imam Adicipta Nursantoso, Asisten Manajer Senior Bidang PEPM & LMSK OJK Provinsi Sulawesi Tenggara; Prof. Dr. Eka Suaib, M.Si, Dekan FISIP UHO; serta Harmilla, Kepala Tata Usaha UPTD Persampahan DLH Sulawesi Tenggara. Selain itu, turut hadir Purnomo Setiawan, Waste Management Leader Program di Naturenation sekaligus penggerak TPS3R DLHK Kota Kendari.

Ketua Panitia sekaligus Ketua KSPM FISIP UHO, Dwi Ramadani Putri, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar peresmian bank sampah, tetapi bagian dari edukasi besar untuk mengajarkan mahasiswa mengelola sampah yang bernilai ekonomis.

“Tema kami adalah mengubah sampah menjadi uang. Kami sudah mendapatkan pelatihan pengelolaan sampah, dan ke depan akan direalisasikan bersama NGO. Hasil penjualan sampahnya akan masuk ke galeri investasi untuk kemudian diinvestasikan.” ujarnya.

Dwi mengungkapkan, program ini melibatkan seluruh mahasiswa FISIP, dengan mayoritas peserta dari Program Studi Administrasi Bisnis. Pengelolaan kegiatan dilakukan oleh anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) yang selama ini bergerak dalam literasi pasar modal.

“Antusiasnya sangat luar biasa. Mereka sangat mendukung kegiatan ini, apalagi ada feedback berupa pemahaman cara berinvestasi sejak mahasiswa.” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Galeri Investasi FISIP UHO, Husriadi, S.AB., M.AB., menegaskan bahwa peluncuran Bank Sampah FISIP merupakan langkah strategis untuk mengubah pola pikir masyarakat kampus mengenai investasi. Ia menjelaskan bahwa selama ini banyak mahasiswa maupun masyarakat yang menganggap investasi hanya bisa dilakukan oleh individu yang memiliki modal besar.

“Mindset itu yang kami ubah. Dengan sampah pun, mahasiswa bisa berinvestasi. Sampah yang bernilai ekonomi ini, jika dikelola baik, bisa menjadi modal berjangka panjang yang disalurkan ke instrumen seperti saham atau reksadana.”

Husriadi juga menyampaikan bahwa konsep ini lahir dari hasil diskusi dan kolaborasi dengan beberapa galeri investasi di daerah lain, hingga akhirnya diadopsi dan dikembangkan di FISIP UHO.

Ia merasa bangga karena gagasan tersebut mendapatkan dukungan luas dari para pemangku kepentingan.

“OJK, Bursa Efek, dan DLH Provinsi sangat mendukung. Bahkan NGO juga merespons sangat positif. Ini menunjukkan bahwa gerakan pengelolaan sampah terintegrasi dengan literasi investasi adalah sesuatu yang relevan dan dibutuhkan saat ini.”

Lebih jauh, Husriadi menilai FISIP tepat menjadi pelopor karena memiliki Program Studi Administrasi Bisnis yang dekat dengan isu ekonomi kerakyatan.

Menurutnya, perubahan citra FISIP dari sekadar kampus yang aktif secara sosial menjadi kampus yang berperan dalam ekonomi lingkungan adalah tonggak penting.

“FISIP ingin menunjukkank bahwa kami bukan hanya bicara teori. Kami hadir dengan aksi nyata untuk menjawab persoalan sosial, terutama masalah sampah dan ekonomi sirkular.”

Antusiasme peserta juga jauh melampaui prediksi panitia. Dari target 120 peserta, jumlah hadir mencapai lebih dari 260 mahasiswa.

“Kami sampai kelebihan peserta. Tapi justru itu pertanda bahwa mahasiswa semakin sadar pentingnya investasi dan pengelolaan sampah.” jelasnya.

Ke depan, Galeri Investasi FISIP UHO bersama NGO dan DLH akan turun langsung ke 50 kampung binaan untuk melakukan pendampingan akademik, literasi keuangan, dan edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan.

“Ini bagian dari tridarma perguruan tinggi. Kita ingin masyarakat sadar bahwa sampah punya nilai ekonomi, dan bisa menjadi pintu masuk budaya investasi.” tutupnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|