Di Usia ke-58, Bank Sultra Targetkan Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri

4 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Lima puluh delapan tahun bukan usia muda bagi sebuah bank daerah. Namun bagi PT BPD Sulawesi Tenggara (Bank Sultra), angka itu justru dibaca sebagai titik akselerasi. Di momen hari jadinya, bank milik pemerintah daerah ini memasang target lebih tinggi: menjadi regional champion, pemimpin pasar di tanahnya sendiri.

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menyebut usia ke-58 sebagai fase konsolidasi sekaligus transformasi. Dengan aset yang terus tumbuh dan dukungan pemerintah daerah sebagai pemegang saham utama, ia optimistis Bank Sultra mampu berdiri sejajar dengan bank-bank nasional, baik milik Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun swasta.

“Harapannya kami sebagai bank daerah menjadi regional champion di daerah, sangat bersaing dengan perbankan yang ada saat ini baik Himbara maupun swasta. Kekuatan yang sudah kita miliki saat ini dari aset serta kepercayaan pemerintah daerah cukup besar,” ujar Andri.

Menurut dia, Bank Sultra tidak ingin sekadar menjadi kas daerah atau pelayan transaksi birokrasi. Bank ini, kata Andri, harus hadir untuk seluruh lapisan masyarakat di 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara—dari pelaku usaha kecil hingga korporasi lokal.

Dukungan politik dan moral datang dari Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka. Dalam sambutannya, ia mengibaratkan usia 58 tahun bagi prajurit TNI sebagai masa purna tugas. Namun bagi institusi perbankan, justru fase matang.

“Bagi bank, usia ini masa paling top. Jaringannya sudah sampai desa-desa, pondasinya sudah kuat,” kata Andi.

Ia menegaskan, peran Bank Sultra tak bisa dipisahkan dari denyut pembangunan daerah. Menurutnya, capaian pemerintah provinsi selama ini tidak lepas dari dukungan lembaga keuangan tersebut.

“Bank Sultra adalah masa depan Sultra untuk menggerakkan ekonomi. Kekuatan Pemprov juga ditopang oleh Bank Sultra. Bank menjadi penyokong utama,” ujarnya.

Andi juga menitipkan pesan agar jajaran direksi tetap solid dan fokus pada penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Baginya, UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah yang harus terus diberi akses pembiayaan.

Dengan jaringan yang kian luas dan basis nasabah yang mengakar, Bank Sultra diproyeksikan tidak berhenti sebagai lembaga intermediasi keuangan. Ambisinya lebih jauh: membangun ekosistem ekonomi daerah yang dinamis tempat modal, usaha, dan kepercayaan publik bertemu dalam satu siklus pertumbuhan.

Di usia yang hampir enam dekade, Bank Sultra tampaknya ingin membuktikan satu hal: menjadi tuan rumah di negeri sendiri bukan sekadar slogan, melainkan strategi bertahan dan bertumbuh di tengah kompetisi industri perbankan yang makin ketat.

Laporan: Riswan

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|