SULTRAKINI.COM: KENDARI — Usai pelaksanaan Expo Satu Tahun Kepemimpinan Siska–Sudirman, Wali Kota Kendari dr. Hj. Dr. Siska Karina Imran, S.K.M. menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga capaian makro sekaligus menekan angka pengangguran terbuka (TPT).
Dalam keterangannya kepada awak media, Siska memaparkan bahwa selama satu tahun kepemimpinan, sejumlah indikator makro Kota Kendari menunjukkan tren positif.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari pada 2024 tercatat sebesar 85,97 dan meningkat menjadi 86,36 pada 2025. Capaian ini menempatkan Kendari dalam tren positif dan termasuk kategori tinggi secara nasional.
Pertumbuhan ekonomi juga mengalami peningkatan, dari 4,81 persen pada 2024 menjadi 5,16 persen pada 2025, menunjukkan geliat aktivitas ekonomi yang semakin membaik dalam lima tahun terakhir.
Sementara itu, tingkat kemiskinan berhasil ditekan dari 4,23 persen pada 2024 menjadi 4,18 persen pada 2025, menjadikan Kendari sebagai salah satu daerah dengan angka kemiskinan terendah di Sulawesi.
Dari sisi ketimpangan pendapatan, Gini Ratio juga membaik dari 0,367 pada 2024 menjadi 0,350 pada 2025, yang berarti kesenjangan pendapatan masyarakat semakin menurun.
“Yang ingin kita sampaikan utama adalah capaian makro. Alhamdulillah, IPM, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, dan Gini ratio semuanya menunjukkan tren yang baik,” ujarnya.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat satu indikator yang menjadi pekerjaan rumah bersama, yakni Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Pada 2024, TPT tercatat 5,67 persen dan meningkat menjadi 5,94 persen pada 2025.
Menurutnya, kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan jumlah penduduk, bonus demografi, serta arus urbanisasi dari kabupaten ke Kota Kendari. Kondisi ini menyebabkan persaingan lapangan kerja semakin ketat.
Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kota Kendari akan mempercepat berbagai regulasi, termasuk penyesuaian tata ruang dan kebijakan pendukung investasi, agar potensi ekonomi daerah dapat dimaksimalkan.
“Kita ingin seluruh investasi yang masuk bisa kita dorong maksimal, sehingga mampu membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran,” jelasnya.
Selain mendorong investasi, Siska juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Ia mengingatkan bahwa peluang kerja harus diimbangi kesiapan masyarakat dalam meningkatkan kompetensi diri.
“Regulasi dan peluang kita siapkan, tetapi masyarakat juga harus mempersiapkan diri agar bisa bersaing dan berkolaborasi,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah akan lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Ke depan, program pembangunan tidak hanya berhenti pada tahap perencanaan melalui musyawarah pembangunan (musrenbang), tetapi diupayakan dapat langsung ditindaklanjuti sesuai prioritas yang paling mendesak.
“Kita ingin ketika ada keluhan masyarakat, itu bisa langsung kita kerjakan. Fokus pada prioritas kebutuhan utama,” pungkasnya.
Laporan: Andi Mahfud

3 hours ago
2
















































