SULTRAKINI.COM: KENDARI – Banjir yang melanda Kota Kendari sejak 9 hingga 11 Mei 2026 menyebabkan ratusan rumah warga terendam dan ribuan masyarakat terdampak di sejumlah wilayah. Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendari per Senin (11/5/2026), tercatat sebanyak 797 rumah dan 3.517 jiwa terdampak akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur kota tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga berdampak pada sektor pertanian dan infrastruktur. BPBD mencatat sekitar 50 hektare sawah dan 3,5 hektare kebun terdampak genangan air. Kerusakan juga terjadi pada tujuh unit jembatan, deker, dan tanggul. Sementara itu, jalan sepanjang 3,5 kilometer serta satu fasilitas umum turut terendam banjir.
Kepala BPBD Provinsi Sulawesi Tenggara, La Ode Saifuddin, saat dikonfirmasi membenarkan data tersebut. Ia menyampaikan bahwa seluruh angka yang dirilis telah melalui proses verifikasi lapangan bersama tim BPBD dan instansi terkait, sehingga data yang dipublikasikan merupakan hasil pendataan resmi.
Kecamatan Baruga menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar. Di Kelurahan Lepo-Lepo, banjir merendam sejumlah rumah warga di beberapa RT. RT 03 tercatat sebanyak 69 rumah atau 224 jiwa terdampak, RT 10 sebanyak 30 rumah atau 104 jiwa, RT 12 sebanyak 8 rumah atau 40 jiwa, RT 13 sebanyak 12 rumah atau 72 jiwa, serta RT 14 sebanyak 34 rumah atau 176 jiwa terdampak.
Masih di Kecamatan Baruga, genangan air juga terjadi di Kelurahan Baruga. Pada RT 07 dan RT 08 tercatat sebanyak 10 rumah atau 42 jiwa terdampak, sementara di RT 19 terdapat 13 rumah atau 51 jiwa yang ikut terdampak banjir akibat meluapnya aliran air saat hujan deras.
Dampak banjir yang cukup luas juga terjadi di Kecamatan Poasia, khususnya di Kelurahan Anduonohu. Di Jalan Durian RT 10 RW 04 tercatat sebanyak 17 rumah atau 60 jiwa terdampak. Sementara di Lorong Alpukat RT 16 RW 06 sebanyak 36 rumah atau 108 jiwa terdampak, dan di Lorong Meohai RT 34 RW 011 sebanyak 18 rumah atau 80 jiwa ikut terendam.
Genangan juga menyebar di sejumlah titik lain di Kelurahan Anduonohu. Di Jalan Kedondong RT 24 RW 08 tercatat sebanyak 85 rumah atau 225 jiwa terdampak. Selain itu, RT 33 RW 08 sebanyak 15 rumah atau 75 jiwa, Jalan Haluoleo RT 001 RW 01 sebanyak 9 rumah atau 41 jiwa, serta Jalan Kampung Baru RT 02 RW 01 sebanyak 9 rumah atau 32 jiwa ikut terdampak banjir.
Pada titik lainnya, BPBD mencatat Jalan Manggis RT 04 RW 02 sebanyak 7 rumah atau 18 jiwa terdampak. Kemudian di Jalan Klengkeng RT 11 RW 04 sebanyak 25 rumah atau 110 jiwa terdampak, sementara di kawasan BTN Napabale dan sekitarnya tercatat sebanyak 23 rumah atau 100 jiwa ikut terendam banjir.
Banyaknya titik genangan di Kecamatan Poasia menunjukkan wilayah tersebut menjadi salah satu kawasan dengan dampak banjir cukup berat. Sebagian besar genangan terjadi di area permukiman padat penduduk, sehingga aktivitas masyarakat terganggu dan warga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan.
Sementara itu, di Kecamatan Kambu, banjir juga merendam kawasan permukiman warga dalam jumlah besar. Di Jalan Manggarai, Kelurahan Kambu, tercatat sebanyak 100 rumah atau sekitar 900 jiwa terdampak. Sedangkan di Jalan Hidayatullah sebanyak 76 rumah atau 300 jiwa ikut terdampak akibat tingginya debit air.
BPBD juga mencatat beberapa titik terdampak lain di Kecamatan Kambu, seperti Jalan Abdul Rauf Tarimana depan SMP 10 Kendari dan Perumahan Griya Asri Cendana. Namun, pada data rekap yang diterima, jumlah rumah dan jiwa terdampak di dua lokasi tersebut belum dirinci secara lengkap meski tetap masuk dalam daftar wilayah terdampak banjir.
Selain Baruga, Poasia, dan Kambu, banjir turut melanda Kecamatan Kendari Barat dan Kecamatan Kadia. Di Kendari Barat, titik terdampak berada di Kelurahan Punggaloba, Sodohoa, Wowawanggu, Bonggoeya, hingga Wundudopi, termasuk Jalan La Ode Hadi Lorong Veteran dengan 19 rumah atau 98 jiwa terdampak.
Sementara itu, di Kecamatan Kadia, genangan terjadi di Kelurahan Bende, Pondambea, dan Anaiwoi. Secara keseluruhan, data BPBD menunjukkan banjir kali ini menyebar di hampir seluruh kawasan utama Kota Kendari dan berdampak luas terhadap aktivitas serta kehidupan masyarakat.
Laporan: Andi Mahfud

23 hours ago
6

















































