SULTRAKINI.COM: MUNA – Keluhan masyarakat terkait tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) eceran di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, kembali mencuat. Harga Pertalite yang dijual secara eceran di Desa Lupia, Kecamatan Kabangka, disebut telah mencapai Rp19.000 per liter.
Kondisi tersebut menjadi sorotan Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo (DPM FKIP UHO) sekaligus pemuda Muna, Muhammad Ilham. Ia mengaku mengetahui kondisi tersebut berdasarkan pemantauan langsung selama berada di daerah asalnya.
Menurut Ilham, harga Rp19.000 per liter tersebut merupakan harga Pertalite subsidi yang dijual secara eceran di Desa Lupia. Ia juga menyebut Pertamax di lokasi tersebut dijual dengan harga yang sama.
“Di desa saya, Desa Lupia, Kecamatan Kabangka, Kabupaten Muna,” kata Ilham saat diwawancarai pada Kamis (13/8/2026).
Ia menjelaskan, informasi tersebut bukan hanya berdasarkan cerita masyarakat, tetapi hasil pemantauan langsung yang dilakukannya. Ilham mengatakan dirinya mengetahui kondisi itu karena memang berasal dari Muna dan melihat langsung harga BBM eceran di wilayah tersebut.
“Iya kak, bensin subsidi jenis Pertalite, Pertamax juga sama harganya,” ujarnya.
Ilham mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab harga BBM eceran tersebut melonjak. Namun, berdasarkan informasi yang diketahuinya, kenaikan harga mulai terasa sejak 2 Agustus 2026.
“Sa kurang tau kak yang jelasnya setauku mulai melonjak naik itu bulan 8 tanggal 2,” ungkapnya.
Kondisi harga Pertalite yang mencapai Rp19.000 per liter dinilai membebani masyarakat Muna, terutama warga yang membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari. Kenaikan harga BBM juga dikhawatirkan ikut berdampak terhadap biaya transportasi serta harga kebutuhan masyarakat.
Ketua Komisi Advokasi dan HAM DPM FKIP UHO itu sebelumnya meminta Pemerintah Kabupaten Muna dan Pertamina tidak tinggal diam. Menurutnya, harus ada pengecekan langsung untuk mengetahui kondisi distribusi BBM dan penyebab harga eceran bisa mencapai angka tersebut.
“Seharusnya pemerintah mengambil sikap atas kenaikan harga BBM eceran di daerah Muna. Ini sudah jelas menyusahkan rakyat dan membebani perekonomian masyarakat Muna, karena harga-harga yang lain mengikuti harga BBM yang hari ini sudah tembus Rp19 ribu per liter,” tegas Ilham.
DPM FKIP UHO meminta Pemda Muna dan Pertamina segera memberikan penjelasan kepada masyarakat serta mengambil langkah konkret. Ia menilai masyarakat berhak mengetahui penyebab kenaikan harga Pertalite eceran tersebut, termasuk memastikan kondisi distribusi BBM di wilayah Kabupaten Muna.
Ilham menegaskan pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut sebagai bentuk kepedulian mahasiswa dan pemuda Muna terhadap kondisi masyarakat. Ia berharap pemerintah dan Pertamina segera turun ke lapangan agar persoalan harga BBM eceran tidak terus membebani masyarakat.
Laporan: Andi Mahfud

11 hours ago
7

















































