SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Kehadiran PT Sultra Industrial Park (SIP) di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, baru sebatas mengurus dan melengkapi berbagai dokumen perizinannya. Namun, kemunculan perusahaan yang akan membangun kawasan industri ini sudah memberikan manfaat bagi penduduk Bombana, khususnya yang tinggal di lokasi izin usahanya. PT SIP sudah membangun jalan, jembatan, drainase, dan saluran irigasi. Padahal, perusahaan ini belum resmi beroperasi.
Berbagai infrastruktur yang dibenahi PT SIP itu terletak di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara. Untuk jalan, misalnya, perusahaan asal Jakarta ini menyulap akses keluar masuk penduduk setempat dari jalan sempit menjadi lebar, dan lintasan bergelombang serta berbatu menjadi jalur yang mulus. Tidak hanya itu, di sepanjang boulevard itu, PT SIP juga turut membenahi jembatan yang rusak dan nyaris rubuh. PT SIP merehab jembatan dengan memasangkan buis beton sehingga kembali kuat dan kokoh.
Tidak berhenti sampai di situ, demi memenuhi kebutuhan air bagi para petani sawah di sekitar kawasan industri yang akan dibangun, PT SIP turut memperbaiki drainase dan membenahi saluran irigasi masyarakat. Semua perbaikan infrastruktur dasar di kawasan Desa Wumbubangka ini dilakukan PT SIP atas permintaan masyarakat.
“Kami yang bermohon di perusahaan (PT SIP) agar jalan, jembatan, drainase, dan saluran irigasi diperbaiki. Alhamdulillah direspons dan dikerjakan dengan cepat,” kata Karman, Kepala Desa Wumbubangka, kepada Lenterasultra, Minggu, 9 Agustus 2026.
Karman bilang, meski belum beraktivitas, kehadiran PT SIP memberikan perubahan yang nyata di Wumbubangka. Jalan dari Desa Tembe ke Desa Wumbubangka, misalnya. Sebelum PT SIP muncul, jalan sepanjang hampir sebelas kilometer itu rusak parah. Jalurnya sempit, berbatu, dan bergelombang. Bahkan, karena tidak ada perawatan, antara ujung rumput di sisi kiri jalan dan ujung rumput di sisi kanan jalan bertemu di tengah jalan.
“Sekarang berubah drastis. Rumput yang ketemu di tengah jalan sudah tidak ada. Jalan sudah mulus, lebarnya antara 7 sampai 8 meter,” katanya.
Saking mulusnya, akses keluar masuk dari Wumbubangka ke Tembe tidak sampai 10 menit lagi. Padahal sebelumnya, dengan jarak 11 kilometer, jalur tersebut ditempuh 30-an menit.
Menurut Karman, warganya sudah bertahun-tahun menikmati jalan rusak antara Tembe dan Wumbubangka. Namun, kondisi ini berubah drastis hanya dalam tempo kurang lebih 3 bulan PT SIP muncul di Bombana. Karman mengaku, warga Wumbubangka merasa bersyukur dan berterima kasih kepada PT SIP karena apa yang menjadi keluhan mereka terkait rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan akhirnya bisa teratasi.
Camat Rarowatu Utara Hajar Aswad juga merasakan manfaat kehadiran PT SIP. Katanya, meski belum beroperasi, PT SIP sudah memperlihatkan kepeduliannya terhadap keluhan dan kebutuhan masyarakat. Hajar mengaku, selain jalan di Tembe dan Wumbubangka, PT SIP juga membuka akses jalan masyarakat dan kendaraan dari Satuan Permukiman atau SP2 menuju SP9. Jika selama ini jalur tersebut hanya bisa diakses roda dua, saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda empat atau lebih.
“Panjang jalan yang diperbaiki sekitar 5 kilometer. Jadi nanti ada PT SIP, jalan SP2 ke SP9 bisa diakses mobil. Jalannya juga lebar dan mulus,” katanya.
PT SIP juga membuat bendungan, memperbaiki saluran irigasi, dan membenahi drainase di Wumbubangka dan sekitarnya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi permintaan kelompok tani dalam rangka mengantisipasi musim kemarau.
“Kalau tidak diperbaiki saluran airnya, biasanya terjadi kekeringan. Bahkan saat ini sudah ada sawah warga yang kering. Makanya, petani meminta PT SIP untuk membenahi irigasi dan drainase. Permintaan ini juga sudah dipenuhi PT SIP,” kata Hajar Aswad.
Camat Rarowatu Utara ini bilang, berbagai infrastruktur yang diperbaiki PT SIP terbilang cepat dikerjakan. Sebab, untuk memenuhi keinginan masyarakat Wumbubangka dan sekitarnya, PT SIP menurunkan 8 unit alat berat, mulai dari excavator dan bulldozer, 10 unit truk, dan 2 unit rumah pompa darurat untuk membenahi jalan, jembatan, irigasi, dan drainase. Seluruh alat berat milik PT SIP ini disebar di beberapa titik untuk merehabilitasi jalan, jembatan, dan persawahan.
Keberadaan PT SIP yang baru sebatas mengurus izin di Kabupaten Bombana sudah dirasakan manfaatnya bagi kelompok tani di sekitar lokasi perizinan PT SIP. Salah satunya, Kelompok Tani BP Sejahtera di Desa Wumbubangka, Kecamatan Rarowatu Utara.
Melalui ketuanya, Sudirman, kelompok tani BP Sejahtera merasa terbantu dengan hadirnya PT SIP yang keberadaannya di Bombana baru sebatas melengkapi berbagai dokumen perizinan. Kata Sudirman, keluhan petani sawah di Wumbubangka selama ini adalah masalah aliran air sungai yang tertutup akibat aktivitas pertambangan emas yang sudah belasan tahun beroperasi.
Namun, masalah air mulai terurai setelah petani mengeluhkan hal ini kepada manajemen PT SIP. Petani melalui Sudirman meminta bantuan PT SIP untuk merehabilitasi daerah aliran sungai yang tertutup material galian tambang emas. Keluhan ini, sambung Sudirman, langsung dipenuhi PT SIP.
Yang dilakukan perusahaan asal Jakarta ini adalah menurunkan sejumlah alat berat di berbagai titik aliran sungai yang tertutup. PT SIP bahkan membangun waduk sementara untuk menampung aliran air untuk didistribusikan di berbagai kawasan persawahan di Wumbubangka.

7 hours ago
4

















































