SULTRAKINI.COM: BUTON TENGAH – Senin pagi menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Sebanyak 80 peserta didik angkatan pertama Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 15 Buton Tengah resmi memulai perjalanan pendidikan mereka melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027.
Pelaksanaan MPLS tersebut menjadi bagian dari MPLS serentak 17 Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di seluruh Indonesia yang digelar secara hybrid. Kegiatan nasional dipusatkan di SNT 7 Bogor, Jawa Barat, dan diikuti seluruh SNT melalui konferensi daring.
Peluncuran tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno, serta Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman.
Dimulainya operasional 17 SNT menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan layanan pendidikan berkualitas sekaligus memperluas akses pendidikan bermutu hingga ke berbagai wilayah Indonesia.
SNT 15 Buton Tengah menjadi salah satu sekolah yang memulai langkah tersebut. Kabupaten Buton Tengah termasuk satu dari 17 daerah di Indonesia yang dipercaya menyelenggarakan SNT pada tahap awal Tahun Ajaran 2026/2027.
Bagi masyarakat Buton Tengah, kehadiran SNT bukan sekadar hadirnya sekolah baru. Lebih dari itu, SNT membuka peluang bagi anak-anak daerah untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas dan memiliki daya saing.
MPLS perdana SNT 15 Buton Tengah dilaksanakan di Kampus B Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Desa Wakambangura, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah.
Sebanyak 80 peserta didik mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari 40 siswa jenjang SMP dan 40 siswa jenjang SMA yang seluruhnya merupakan putra-putri Kabupaten Buton Tengah.
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran SNT 15 Buton Tengah dilaksanakan di Kampus B USN Kolaka sembari menunggu penyelesaian pembangunan gedung sekolah.
Hari pertama MPLS diawali dengan upacara bendera dengan Bupati Buton Tengah Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si., sebagai pembina upacara. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Buton Tengah, antara lain unsur Sekretariat Daerah, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, Dinas Perikanan, Biro SDM, serta perangkat daerah lainnya.
Dalam amanatnya, Azhari menyampaikan harapan besar agar SNT 15 Buton Tengah mampu melahirkan generasi masa depan yang sukses di berbagai bidang dan memiliki kemampuan bersaing secara global.
Menurutnya, para peserta didik SNT merupakan anak-anak pilihan yang memiliki tanggung jawab untuk terus mengembangkan kemampuan, menunjukkan prestasi, serta menjadi teladan bagi generasi seusianya.
Ia berharap lulusan SNT nantinya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, baik melalui sekolah kedinasan maupun institusi pendidikan terbaik sesuai minat dan bakat masing-masing.
“Anak-anak Buton Tengah harus menjadi surya, menjadi cahaya Buton Tengah,” kata Azhari.
Pesan tersebut menggambarkan harapan agar para peserta didik kelak menjadi generasi yang mampu membawa perubahan sekaligus membanggakan daerah.
Azhari juga menekankan bahwa pendidikan tidak semata-mata berbicara mengenai kemampuan akademik. Pembentukan karakter, kata dia, menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan.
Nilai keimanan, kedisiplinan dan akhlak mulia harus berjalan seiring dengan kecerdasan dan prestasi akademik.
Karena itu, ia mengajak orang tua dan pemerintah untuk terus berkolaborasi dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik agar mampu menjadi generasi yang unggul secara ilmu sekaligus memiliki karakter yang kuat.
Pelaksanaan MPLS SNT 15 Buton Tengah turut dikawal Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara (BPMP Sultra), Junaiddin Pagala, S.T., M.T., bersama tim BPMP Sultra.
Kehadiran BPMP Sultra menjadi bagian dari dukungan terhadap implementasi program strategis pendidikan nasional di daerah, khususnya dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan dengan semangat peningkatan mutu.
Junaiddin berharap SNT 15 Buton Tengah dapat berkembang menjadi pusat keunggulan layanan pendidikan di Kabupaten Buton Tengah.
“Semoga SNT 15 Buton Tengah dapat melahirkan generasi masa depan yang berprestasi, membanggakan, dan menjadi pemimpin masa depan yang lahir dari Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara,” harapnya.
Nuansa inspiratif turut mewarnai MPLS hari pertama dengan kehadiran dua figur muda berprestasi asal Sulawesi Tenggara, yakni Ihqwa Abil A., Duta SMA Tahun 2025, dan Fasya Indira Kirsya Aurellia, Duta Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026.
Keduanya hadir sebagai pewara sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta didik agar berani bermimpi, menggali potensi diri, serta mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki.
Kehadiran Kirsya dan Abil menjadi gambaran bahwa keberhasilan dapat diraih melalui berbagai bidang. Setiap anak memiliki potensi yang dapat berkembang apabila memperoleh kesempatan, dukungan, dan lingkungan belajar yang tepat.
Kepala SNT 15 Buton Tengah, Meijody Maxi Umboh, S.Pd., menyampaikan komitmennya untuk mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua melalui penyelenggaraan SNT yang berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik.
Dengan mengadopsi visi pembangunan daerah, SNT 15 Buton Tengah diarahkan untuk membentuk peserta didik yang memiliki akhlak mulia, berprestasi, mampu mengembangkan potensi diri, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan pendidikan di sekitarnya.
Meijody, yang berasal dari Sulawesi Utara, bersama seluruh tenaga pendamping pembelajaran (TPP) hadir melalui proses seleksi yang ketat.
Mereka kini mengemban amanah untuk membangun fondasi awal budaya belajar sekaligus ekosistem pendidikan baru di Buton Tengah.
Hari pertama MPLS juga menjadi momen penting bagi para siswa dan orang tua. Para peserta didik datang bersama keluarga masing-masing untuk memulai perjalanan baru di lingkungan pendidikan yang baru.
Di balik langkah 80 anak memasuki ruang belajar tersebut, tersimpan harapan besar dari keluarga agar anak-anak Buton Tengah memperoleh kesempatan pendidikan yang setara dengan anak-anak di kota-kota besar.
SNT 15 Buton Tengah pun kini memulai perjalanan panjangnya. Dari ruang belajar sementara di Kampus B USN Kolaka, tumbuh harapan untuk melahirkan generasi unggul, pemimpin masa depan, serta talenta-talenta terbaik dari Bumi Buton Tengah.
Sebab, pendidikan bermutu bukan hanya milik mereka yang berada di pusat kota, tetapi merupakan hak seluruh anak Indonesia.
Laporan: Riswan

2 hours ago
3

















































