Dekan FISIP UHO Tegaskan: Tak Ada Kekerasan terhadap Mahasiswa Baru

6 hours ago 3

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si., mengingatkan mahasiswa senior agar memperlakukan mahasiswa baru sebagai bagian dari satu komunitas akademik.

Pesan tersebut disampaikan Prof. Eka di ruang Dekan FISIP UHO, Selasa (11/8/2026), setelah penerimaan mahasiswa baru secara resmi dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UHO. Ia meminta senior mengedepankan dialog dan prinsip-prinsip akademik dalam membangun hubungan dengan mahasiswa baru.

Menurutnya, lingkungan kampus harus menjadi ruang pendidikan yang mampu membentuk mahasiswa sekaligus menciptakan kehidupan akademik yang lebih beradab.

“Saya himbau kepada mahasiswa senior untuk memperlakukan adik-adiknya sebagai satu komunitas, memperlakukan mereka sebagai satu civitas yang mengedepankan proses dialog, mengedepankan prinsip-prinsip akademik, dan menciptakan kampus yang lebih beradab,” kata Prof. Eka.

Ia juga meminta mahasiswa senior menghindari berbagai bentuk kekerasan dalam proses pengenalan mahasiswa baru. Menurutnya, kegiatan penerimaan mahasiswa baru harus berlangsung dalam suasana yang aman dan mendidik.

“Dan hindari saya kira sedapat mungkin kekerasan-kekerasan, termasuk bentuk-bentuk yang tidak perlu diadakan,” ujarnya.

Untuk memastikan hal tersebut berjalan, FISIP UHO telah membentuk tim pendamping yang bertugas melakukan pemantauan selama proses kegiatan mahasiswa baru.

“Kami ada tim yang kita bentuk, ada tim pendamping. Jadi kita akan memantau semua,” jelasnya.

Tim tersebut akan mengedepankan komunikasi dan dialog apabila menemukan persoalan di lapangan. Setiap masalah yang muncul akan terlebih dahulu dicari akar persoalannya sebelum dicarikan solusi.

Prof. Eka menegaskan, FISIP UHO telah memiliki aturan akademik yang menjadi dasar dalam menjaga proses kegiatan mahasiswa agar terbebas dari tindakan kekerasan.

“Karena sebetulnya ada peraturan akademiknya. Peraturannya misalnya menghindari aksi kekerasan, itu saja sebetulnya,” tegasnya.

Ia mengatakan, tim pendamping akan terus turun ke lapangan selama proses kegiatan berlangsung hingga Jumat. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya tindakan yang dapat merugikan mahasiswa baru.

“Jadi kami sedapat mungkin untuk turun mendampingi selama proses sampai hari Jumat ini. Kalau ada hal-hal yang tidak berkenan, kita akan coba lihat apa dia punya permasalahan, setelah itu kita carikan jalan keluar,” pungkas Prof. Eka.

Ia berharap seluruh rangkaian penerimaan mahasiswa baru di FISIP UHO dapat berjalan dengan mengedepankan komunikasi, pembinaan, serta prinsip akademik, sehingga tidak muncul praktik kekerasan baik secara verbal maupun nonverbal.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|