Wakil Rektor IV UM Kendari Buka Seminar ASPIKOM Sultra, Tekankan Adaptasi di Era Komunikasi Digital

4 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KENDARI— Pelaksana Tugas (Plt.) Wakil Rektor IV Universitas Muhammadiyah Kendari, Ir. Muh. Dikman Maheng, S.T., M.Sc., Ph.D., secara resmi membuka kegiatan Seminar dan Musyawarah ASPIKOM Sulawesi Tenggara yang berlangsung di lantai 4 Universitas Muhammadiyah Kendari.

Dalam sambutannya, Dikman Maheng menyampaikan permohonan maaf karena Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari belum dapat hadir lantaran sedang menjalankan tugas di Jakarta. Ia hadir mewakili pimpinan universitas untuk membuka kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan salah satu perguruan tinggi yang telah lama berdiri di Sulawesi Tenggara, tepatnya sejak 30 Agustus 2001. Hingga saat ini, dengan 6 fakuktas saat ini kampus tersebut telah berkembang dengan memiliki kurang lebih sekitar 37 program studi, termasuk Program Studi Humas dan Komunikasi Digital serta Desain Komunikasi Visual yang tergabung dalam ASPIKOM.

Dalam kesempatan itu, ia menyoroti pesatnya perkembangan media digital yang telah mengubah cara manusia berkomunikasi dan memperoleh informasi. Menurutnya, saat ini satu konten video mampu menyampaikan pesan secara luas dibandingkan metode konvensional di masa lalu.

“Dulu, masyarakat harus datang ke perpustakaan untuk membaca buku. Kini, informasi dapat diakses dengan mudah melalui perangkat digital, bahkan hanya dengan menggulir layar,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peralihan dari media konvensional ke media digital, termasuk munculnya fenomena jurnalisme warga (citizen journalism) yang memungkinkan masyarakat memproduksi dan menyebarkan informasi secara mandiri melalui media sosial.

Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya kontrol dalam pemanfaatan teknologi digital. Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan seperti AI, Gemini, dan Grok harus dimanfaatkan secara bijak.

“Terdapat tiga hal penting yang perlu diperhatikan, yakni kemampuan mengontrol penggunaan teknologi, bijak dalam mengimplementasikan AI, serta memahami bahwa teknologi hanyalah alat bantu, bukan alat utama,” jelasnya.

Ia juga mengimbau agar pengguna tidak sembarangan membagikan data pribadi di platform digital karena berpotensi tersimpan di server dan disalahgunakan. Selain itu, kemampuan dalam menyusun perintah (prompt) yang tepat dinilai penting agar hasil dari teknologi AI tetap akurat dan relevan.

Di akhir sambutannya, ia berharap kegiatan seminar dan musyawarah ASPIKOM Sulawesi Tenggara ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan, khususnya di bidang ilmu komunikasi.

“Semoga kegiatan ini menjadi ruang berbagi gagasan, pengalaman, serta memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan,” tutupnya.

Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, ia secara resmi membuka kegiatan Seminar dan Musyawarah ASPIKOM Sulawesi Tenggara yang mengangkat tema “Perkembangan Komunikasi Digital dalam Dunia Industri, Pendidikan, dan Kemajuan Kota.”

Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari empat perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara, yakni Universitas Halu Oleo, Universitas Muhammadiyah Kendari, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, dan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara. Acara berlangsung meriah dengan partisipasi aktif dari peserta yang terdiri atas penjabat daerah, dosen dan mahasiswa.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|