Seminar BEM FIB UHO dan YOUSEA Kendari Bahas Krisis Regenerasi dalam Organisasi Mahasiswa

16 hours ago 7

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO) berkolaborasi dengan Youth Society for Education and Advancement (YOUSEA) Kendari menggelar seminar bertema “Revitalisasi Kaderisasi dan Regenerasi Organisasi sebagai Fondasi Lahirnya Kepemimpinan Mahasiswa yang Progresif, Kritis, dan Berorientasi pada Pembangunan Peradaban Kampus” di Gedung Teater FIB UHO, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 Wita tersebut diikuti sekitar 50 peserta dari berbagai organisasi dan mahasiswa di lingkungan UHO. Seminar ini menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya kaderisasi dan regenerasi dalam organisasi kemahasiswaan.

Ketua BEM FIB UHO, Muhamad Malik Kasmetri, mengatakan seminar tersebut diselenggarakan sebagai upaya membangun kesadaran mahasiswa terhadap pentingnya proses kaderisasi yang berkelanjutan dalam mencetak pemimpin masa depan.

Menurutnya, kaderisasi dan regenerasi merupakan fondasi utama dalam menjaga eksistensi organisasi agar tetap aktif, adaptif, dan mampu melahirkan generasi pemimpin yang berkualitas serta memiliki visi yang jelas.

Dalam kegiatan tersebut, hadir dua pemateri yakni Adam Tri Saputra dan Ketua DPW YOUSEA Sulawesi Tenggara, Muhammad Agus. Keduanya membawakan materi mengenai kepemimpinan mahasiswa, penguatan organisasi, serta strategi kaderisasi yang efektif di era saat ini.

Malik menjelaskan bahwa berbagai tantangan organisasi mahasiswa saat ini menjadi alasan utama pentingnya revitalisasi kaderisasi. Mulai dari menurunnya partisipasi anggota, lemahnya pembinaan kader, hingga kurangnya kesinambungan kepemimpinan dalam organisasi.

“Seminar ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya kaderisasi dan regenerasi organisasi sebagai dasar dalam menciptakan kepemimpinan mahasiswa yang progresif, kritis, serta mampu berkontribusi terhadap pembangunan peradaban kampus yang lebih baik,” ujar Malik.

Ia menambahkan, beberapa persoalan yang sering muncul dalam organisasi mahasiswa antara lain minimnya minat kader baru, kaderisasi yang hanya bersifat formalitas, kurangnya pendampingan anggota, hingga lemahnya transfer pengetahuan antar-generasi kepengurusan.

“Seminar ini diharapkan dapat memberikan wawasan, motivasi, dan pemahaman yang lebih mendalam tentang kepemimpinan organisasi sehingga mahasiswa mampu menjadi pemimpin yang visioner, bertanggung jawab, kritis terhadap persoalan sosial, dan mampu membawa perubahan positif di lingkungan kampus,” katanya.

Malik juga mengapresiasi antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, tingginya partisipasi peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi, meski tidak seluruhnya dapat dijawab karena keterbatasan waktu. Ke depan, pihaknya berkomitmen memperkuat program kaderisasi, pelatihan kepemimpinan, serta forum diskusi antarorganisasi sebagai bagian dari upaya menciptakan regenerasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|