Mahasiswa FHIL UHO Soroti Kenaikan Harga BBM dan Kelangkaan LPG di Masyarakat

17 hours ago 6

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Di tengah meningkatnya keluhan masyarakat terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta kebutuhan pokok lainnya dan juga sulitnya memperoleh gas LPG di sejumlah daerah dengan harga yang subsidi, mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) turut menyuarakan keresahan tersebut melalui aksi di ruang publik. Mereka menilai berbagai persoalan ekonomi yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (KBM FHIL) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar aksi cipta kondisi di Bundaran Gubernur Kendari, Kamis (11/6/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Aksi yang melibatkan mahasiswa dari BEM FHIL, DPM FHIL, HMJ Kehutanan, dan HMJ Ilmu Lingkungan itu berlangsung dengan membawa sejumlah tuntutan kepada pemerintah. Mahasiswa menyoroti isu kenaikan harga kebutuhan pokok, harga BBM, hingga kelangkaan gas LPG yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Ketua BEM FHIL UHO, Roy Rahmat Abdi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk respons mahasiswa terhadap berbagai kebijakan yang dianggap belum mampu menjawab kebutuhan rakyat. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat saat ini membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama. Tuntutan pertama yakni mendesak pemerintah untuk menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM yang terus mengalami kenaikan dan memengaruhi daya beli masyarakat.

Tuntutan kedua adalah meminta pemerintah menghentikan praktik militerisme di ranah sipil. Mahasiswa menilai prinsip supremasi sipil harus tetap dijaga demi memastikan ruang demokrasi berjalan sesuai konstitusi dan kepentingan rakyat.

Selanjutnya, mahasiswa juga meminta pemerintah dan DPR melakukan evaluasi terhadap Rancangan Undang-Undang Polri secara terbuka dan melibatkan partisipasi publik. Mereka menilai setiap regulasi yang berkaitan dengan demokrasi harus dibahas secara transparan.

Selain itu, mahasiswa mendesak pemerintah segera mengatasi kelangkaan gas LPG yang belakangan menyebabkan harga di tingkat masyarakat meningkat. Mereka meminta negara hadir memberikan solusi nyata agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terjangkau.

KBM FHIL UHO juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurut mahasiswa, kedua program tersebut perlu dievaluasi agar pelaksanaannya lebih efektif, tepat sasaran, dan tidak membebani anggaran negara.

“Mahasiswa tidak boleh diam ketika rakyat dihadapkan pada berbagai kesulitan hidup. Kami akan terus mengawal kebijakan publik dan menjadi penyambung suara masyarakat,” ujar Roy Rahmat Abdi, Ketua BEM FHIL UHO.

Melalui aksi cipta kondisi tersebut, KBM FHIL UHO menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan kepentingan masyarakat. Mereka berharap pemerintah dapat lebih responsif terhadap berbagai persoalan yang dirasakan rakyat, terutama terkait kenaikan harga kebutuhan pokok, BBM, dan kelangkaan gas LPG.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|