Usai Ditetapkan sebagai Dekan Terpilih, Prof Eka Suaib Beberkan Agenda Strategis FISIP UHO

6 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Suasana penuh kehangatan dan optimisme mewarnai lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO), Kamis (25/6/2026). Usai ditetapkan sebagai Dekan FISIP UHO terpilih, Prof. Dr. H. Eka Suaib, M.Si., langsung menyampaikan pandangannya mengenai arah pengembangan fakultas dalam menghadapi tantangan masa depan.

Penetapan Prof. Eka Suaib sebagai dekan terpilih merupakan bagian dari tahapan pemilihan dekan yang telah berlangsung sejak proses penjaringan dan penyaringan calon. Pemilihan dilaksanakan secara tertutup sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan Universitas Halu Oleo.

Dalam proses tersebut, Prof. Eka Suaib menjadi calon tunggal yang memperoleh dukungan senat fakultas dan unsur pimpinan universitas. Namun demikian, ia menegaskan bahwa proses pemilihan belum sepenuhnya selesai karena masih terdapat tahapan pengangkatan dan pelantikan secara resmi.

“Saya kira tadi itu adalah kelanjutan dari proses pemilihan dekan. Sudah ada tahap penjaringan, penyaringan, dan tadi adalah tahap pemilihan. Sebetulnya masih ada satu tahap lagi, yakni tahap pengangkatan,” ujar Prof. Eka Suaib.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Plt. Rektor UHO dan Penitia Senat FISIP UHO yang telah menyelenggarakan seluruh tahapan pemilihan sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya, proses demokrasi akademik tersebut berjalan dengan baik dan tetap berada dalam koridor regulasi universitas.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Penitia dan senat yang telah bekerja sesuai dengan norma-norma dan rambu-rambu yang ada,” katanya.

Setelah resmi dilantik nantinya, Prof. Eka Suaib akan memimpin FISIP UHO selama empat tahun ke depan. Ia mengaku telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk membawa fakultas tersebut semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, tantangan terbesar yang dihadapi perguruan tinggi saat ini adalah era disrupsi yang ditandai dengan perkembangan pesat teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Karena itu, transformasi kelembagaan menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari.

“Saya punya tugas untuk bagaimana memimpin transformasi FISIP ini sehingga dapat lebih eksis lagi. Mau tidak mau, saya harus mengonsolidasikan semua kekuatan dan potensi yang ada untuk menghasilkan kinerja yang berdampak,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa luaran penelitian dan pengabdian masyarakat tidak boleh hanya berorientasi pada publikasi ilmiah semata. Menurutnya, hasil-hasil akademik harus mampu memberikan manfaat nyata dan dampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, Prof. Eka Suaib juga menaruh perhatian pada penguatan identitas dan keunikan FISIP UHO sebagai modal utama untuk bersaing di tingkat global. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra, baik di dalam maupun luar negeri.

“Fokus awal saya adalah mengintegrasikan visi Universitas Halu Oleo dengan program-program fakultas. Kegiatan yang dilakukan bukan hanya selesai secara administratif, tetapi juga harus memiliki dampak dan mendapatkan rekognisi internasional,” jelasnya.

Di akhir wawancara, Prof. Eka Suaib berpesan kepada mahasiswa agar tidak terlena di zona nyaman. Ia mengajak seluruh mahasiswa FISIP UHO untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperkuat kemampuan adaptasi, serta mempersiapkan diri menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|