SULTRAKINI.COM: KENDARI – Universitas Pelita Ibu resmi berdiri setelah bertransformasi dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Pelita Ibu. Peresmian yang berlangsung di Kota Kendari, Sabtu (13/6/2026), menjadi tonggak sejarah baru bagi pengembangan pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara sekaligus menandai dimulainya babak baru dalam peningkatan mutu akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara, Dr. Andi Lukman, M.Si., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Yayasan Pelita Ibu melakukan alih bentuk kelembagaan menjadi universitas. Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan komitmen kuat dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan mampu bersaing di tingkat nasional.
Pernyataan itu disampaikan Andi Lukman usai menghadiri penyerahan Surat Keputusan (SK) alih bentuk STIKES Pelita Ibu menjadi Universitas Pelita Ibu sekaligus melantik Dr. Hj. Rosmawati Ibrahim, SST, M.S., M.Kes. sebagai Rektor Universitas Pelita Ibu.
“Selamat kepada Yayasan Pelita Ibu yang telah berhasil melakukan transformasi kelembagaan dari STIKES Pelita Ibu menjadi Universitas Pelita Ibu. Ini merupakan capaian yang luar biasa,” ujar Andi Lukman.
Menurutnya, perubahan status menjadi universitas bukan sekadar pergantian nomenklatur, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi secara berkelanjutan.
Andi Lukman mengaku optimistis Universitas Pelita Ibu mampu berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berdaya saing. Keyakinan tersebut didasarkan pada pengalaman panjang Rosmawati dalam memimpin institusi pendidikan, mulai dari akademi hingga berkembang menjadi STIKES.
“Saya yakin Ibu Rosmawati memiliki pengalaman yang sangat baik dalam membangun dan mengembangkan perguruan tinggi. Pengalaman itu menjadi modal penting untuk membawa Universitas Pelita Ibu semakin maju,” katanya.
Dalam arahannya, Andi Lukman menekankan empat aspek utama yang perlu menjadi perhatian Universitas Pelita Ibu ke depan, yakni penguatan sumber daya manusia, pembaruan kurikulum, peningkatan sistem pembelajaran, dan pelayanan kepada mahasiswa.
Ia menjelaskan bahwa kualitas dosen dan tenaga kependidikan harus terus ditingkatkan agar mampu mendukung proses pendidikan yang bermutu. Selain itu, kurikulum juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.
“Kurikulum harus berbasis Outcome Based Education (OBE). Sistem pembelajaran juga harus terus ditingkatkan agar mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing,” jelasnya.
Selain penguatan SDM dan kurikulum, Andi Lukman menekankan pentingnya peningkatan layanan kepada mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa merupakan elemen utama dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi sehingga seluruh layanan akademik maupun nonakademik harus terus diperbaiki.
Ia menegaskan bahwa kualitas pelayanan yang baik akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung keberlanjutan dan kemajuan Universitas Pelita Ibu.
“Mahasiswa adalah prioritas utama. Karena itu, seluruh layanan harus diarahkan untuk memberikan pengalaman belajar yang terbaik sehingga kampus ini dapat tumbuh menjadi universitas yang unggul dan berdaya saing,” pungkasnya.
Laporan: Andi Mahfud

4 days ago
22
















































