UHO, Unilaki dan Pemda Mendorong Watukalangkari sebagai Sentra Bawang Merah

4 days ago 19

SULTRAKINI.COM: BOMBANA – Universitas Halu Oleo (UHO), Universitas Lakidende (Unilaki), dan pemerintah daerah terus memperkuat pemberdayaan masyarakat Desa Watukalangkari, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, melalui program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) 2026. Program ini bertujuan mendorong Desa Watukalangkari menjadi salah satu sentra produksi bawang merah sekaligus mengembangkan sistem pertanian dan peternakan terintegrasi berbasis potensi lokal.

Kabupaten Bombana dikenal memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan. Kondisi lahan yang mendukung serta mayoritas masyarakat yang berprofesi sebagai petani dan peternak menjadi modal penting dalam pengembangan komoditas unggulan, salah satunya bawang merah.

Bawang merah merupakan komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi karena menjadi kebutuhan utama masyarakat sebagai bumbu dapur dan bahan pangan harian. Di Desa Watukalangkari, sejumlah kelompok tani telah membudidayakan bawang merah sebagai komoditas utama. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan usaha peternakan sapi, kambing, dan ayam.

Sejak 2024 hingga 2026, Desa Watukalangkari ditetapkan sebagai desa mitra dalam program Pemberdayaan Desa Binaan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi tim pengabdian UHO yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Hj. Gusnawaty HS., SP., MP., IPM., ASEAN Eng., Prof. Dr. Ir. Muhammad Taufik, M.Si., dan Rahim Aka, S.Pt., MP., bersama Dr. Kalis Amartani, SP., MP. dari Fakultas Pertanian Universitas Lakidende, Unaaha.

Pada 2026, tim pengabdian kembali hadir di tengah masyarakat, pemerintah desa, kelompok tani, dan kelompok ternak untuk menyampaikan rencana kegiatan lanjutan dari program yang telah dilaksanakan pada 2024 dan 2025. Pendampingan dilakukan melalui penyuluhan, bimbingan teknis, demplot atau percontohan, serta penguatan manajemen usaha tani.

Di bidang pertanian, kegiatan difokuskan pada pengembangan budidaya bawang merah dengan penerapan sistem budidaya dan teknologi yang lebih baik di sejumlah lokasi mitra. Sementara di bidang peternakan, masyarakat mendapatkan pelatihan pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik terfermentasi yang siap digunakan maupun dijual.

Program ini juga mendorong penerapan sistem peternakan semiintensif melalui penggunaan kandang yang terintegrasi dengan bak penampungan kotoran ternak. Sistem tersebut kemudian dihubungkan dengan budidaya bawang merah dan tanaman pakan ternak sehingga membentuk pola pertanian-peternakan terpadu.

Selain aspek produksi, tim pengabdian juga memberikan pelatihan pengolahan pascapanen bawang merah menjadi bawang goreng kepada ibu-ibu anggota PKK Desa Watukalangkari. Pelatihan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha rumahan dan menjadi sumber pendapatan tambahan bagi keluarga.

Untuk mendukung keberlanjutan usaha, mitra juga mendapatkan pelatihan pembukuan sederhana, baik secara manual melalui pencatatan pemasukan dan pengeluaran maupun menggunakan aplikasi pada perangkat komunikasi. Di bidang pemasaran, masyarakat dibekali bimbingan teknis pemanfaatan media sosial seperti WhatsApp dan Facebook, serta pengenalan strategi pemasaran digital lainnya.

Pelaksanaan program PDB ini mendapat dukungan dari pemerintah desa, masyarakat setempat, kelompok tani, kelompok ternak, serta mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan pengabdian. Tim pengabdian menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, khususnya DP2M, atas dukungan pendanaan sehingga program pemberdayaan masyarakat di Desa Watukalangkari dapat terlaksana.

Tim pengabdian UHO-Unilaki berharap berbagai inovasi dan pendampingan yang telah dilakukan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat Desa Watukalangkari. Keberhasilan program ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, kelompok tani dan peternak, masyarakat setempat, serta mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaannya.

Tim pengabdian bersama Pemerintah Desa Watukalangkari juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI), khususnya Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DP2M), atas dukungan pendanaan yang diberikan.

Dukungan tersebut menjadi faktor penting dalam keberhasilan Program Pemberdayaan Desa Binaan yang diarahkan untuk menjadikan Desa Watukalangkari sebagai sentra bawang merah dan model pengembangan pertanian-peternakan terpadu di Kabupaten Bombana.

Laporan: Frirac (sumber press release)

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|