SULTRAKINI.COM: BOMBANA— Universitas Halu Oleo (UHO) secara resmi melepas 610 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch 1 Tahun 2026. Prosesi serah terima mahasiswa KKN berlangsung di Aula Kantor Bupati Bombana, Senin, 2 Januari 2026.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor UHO Dr. Herman, S.H., LL.M, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Santiaji Bande, serta Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Humas Prof. Takdir Saili. Mahasiswa KKN secara resmi diterima oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana, Ir. Syahrun, S.T., M.P.W.K, bersama unsur Forkopimda Kabupaten Bombana.
KKN Reguler Batch 1 Tahun 2026 diikuti oleh 610 mahasiswa yang tersebar di 10 kecamatan dan 41 desa, terbagi dalam 41 kelompok KKN. Dari jumlah tersebut, 520 mahasiswa (85 persen) ditempatkan di wilayah kepulauan, sementara 90 mahasiswa (15 persen) berada di wilayah pesisir. Program KKN ini akan berlangsung selama satu bulan, terhitung hingga 3 Maret 2026.
KKN Reguler UHO dilaksanakan dua kali dalam setahun. Pada tahun 2026, KKN mengusung tema “KKN Reguler Berdampak”, sebagai bentuk penyesuaian terhadap amanah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Dalam tema tersebut, mahasiswa diwajibkan menyusun program kerja yang mengacu pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Setiap kelompok KKN harus mengusung tiga isu wajib SDGs sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) UHO terbaru, serta minimal dua isu SDGs tambahan yang disesuaikan dengan keunggulan program studi masing-masing.
Pranata Humas Ahli Madya UHO, Maulid, menegaskan bahwa KKN memiliki peran strategis dalam proses pendidikan mahasiswa.

“KKN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk benar-benar mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama di bangku kuliah, sehingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Maulid.
Ia menjelaskan bahwa KKN juga menjadi syarat wajib akademik bagi mahasiswa untuk melanjutkan ke tahap akhir studi.
“Mahasiswa yang akan mengikuti ujian hasil maupun skripsi harus terlebih dahulu menuntaskan KKN. Ini adalah salah satu tahapan penting dalam penyelesaian studi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Maulid berharap para mahasiswa dapat memaksimalkan pelaksanaan KKN dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa mampu beradaptasi dengan masyarakat, bekerja secara kolaboratif, serta menghadirkan program yang berdampak nyata dan berkelanjutan di lokasi KKN masing-masing,” tutupnya.
Laporan: Andi Mahfud

3 days ago
8

















































