PERHAPI Sultra dan Inspektur Tambang ESDM Perkuat Reklamasi Pascatambang Nikel di Sultra

4 days ago 14

SULTRAKINI.COM: Dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan hidup sektor pertambangan nikel, Inspektur Tambang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Penempatan Sulawesi Tenggara bersama Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Perwakilan Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Training Reklamasi dan Revegetasi Pascatambang Nikel.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (3/2/2026) di Kendari, dan diikuti oleh perwakilan lebih dari 60 perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel, akademisi, serta pengamat lingkungan pertambangan.

Pelatihan ini bertujuan menyamakan standar teknis reklamasi dan revegetasi pascatambang nikel di Sulawesi Tenggara, seiring dengan semakin ketatnya regulasi lingkungan dan meningkatnya tuntutan praktik pertambangan berkelanjutan. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari PT Agricola Nusantara Baramineral (ANB) yang berperan sebagai supporting system dan fasilitator utama, dengan menyediakan sarana dan prasarana guna memastikan proses transfer pengetahuan berjalan optimal.

Koordinator Inspektur Tambang Penempatan Sulawesi Tenggara, Kamrullah M, S.T., M.P.W.K., menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bentuk pembinaan aktif pemerintah kepada pelaku usaha pertambangan. Menurutnya, reklamasi dan pascatambang kini menjadi salah satu indikator utama dalam evaluasi kinerja pertambangan oleh pemerintah.

“Inisiatif ini murni untuk penguatan kapasitas. Inspektur Tambang berkepentingan memastikan seluruh pemegang IUP di Sultra memahami bahwa reklamasi harus memenuhi standar kepatuhan yang ketat. Kehadiran perusahaan-perusahaan tambang hari ini menunjukkan keseriusan industri dalam menjalankan kewajiban lingkungan. Kami juga mengapresiasi dukungan fasilitas penuh dari PT Agricola Nusantara Baramineral, sehingga kami dan PERHAPI dapat fokus memberikan pembinaan teknis secara maksimal,” ujar Kamrullah.

Sementara itu, Ketua PERHAPI Sulawesi Tenggara, Ir. Afdhal, S.T., M.P.W.K., menekankan pentingnya pendekatan berbasis sains dan inovasi teknologi dalam menjawab tantangan lingkungan akibat aktivitas pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara, yang di satu sisi menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

“PERHAPI Sultra hadir sebagai garda terdepan dalam penguatan keilmuan dan kompetensi. Tantangan reklamasi dan revegetasi di Sultra sangat kompleks dan tidak bisa diselesaikan sekadar menggugurkan kewajiban administratif. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan metode yang diterapkan di lapangan benar-benar teruji secara ilmiah dan efektif,” tegas Afdhal.

Dari sisi dunia usaha, CEO PT Agricola Nusantara Baramineral, Rezki Syahrir, PhD., menyampaikan komitmen perusahaannya untuk menjadi mitra strategis pemerintah dan asosiasi profesi dalam mendorong praktik pertambangan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

“Posisi kami jelas sebagai pendukung dan fasilitator. Inspektur Tambang dan PERHAPI memiliki kapasitas besar dalam mengarahkan industri ke arah yang lebih baik. Kami bangga dapat menyediakan ruang kolaborasi bagi lebih dari 60 perusahaan tambang dan akademisi. Harapannya, fasilitas yang kami sediakan dapat membantu proses transfer ilmu demi kemajuan pertambangan Sulawesi Tenggara,” ujar Rezki.

Dalam sesi pelatihan yang berlangsung intensif sejak pagi hingga siang hari tersebut, PT ANB juga memperkenalkan teknologi BioRehab sebagai solusi inovatif reklamasi pascatambang nikel. Teknologi ini dinilai relevan karena tidak bergantung pada ketersediaan topsoil dalam jumlah besar, yang selama ini menjadi kendala utama di hampir seluruh wilayah operasi pertambangan nikel di Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme tinggi. Sekitar 100 peserta memadati ruang pelatihan, melebihi estimasi awal sebanyak 80 peserta. Para peserta aktif mengikuti pemaparan materi serta diskusi teknis yang disampaikan oleh regulator dan para ahli.

Kolaborasi antara pemerintah sebagai regulator, asosiasi profesi sebagai penyedia keahlian, dan perusahaan swasta sebagai fasilitator ini diharapkan menjadi role model sinergi multipihak dalam mewujudkan pertambangan nikel Sulawesi Tenggara yang berkelanjutan, patuh regulasi, dan berorientasi pada perlindungan lingkungan hidup.

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|