SMPN 10 Kendari Luncurkan Program LISA Peduli Lingkungan Sekolah

1 day ago 7

SULTRAKINI.COM: KENDARI – SMP Negeri 10 Kendari resmi melaunching program kebersihan sekolah bertajuk LISA (Lihat Sampah Ambil) yang dilaksanakan pada siang hari, sebagai upaya membangun budaya positif peduli lingkungan di lingkungan sekolah.

Launching program tersebut ditandai dengan peresmian bak sampah LISA dan menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah, provinsi, hingga pemerintah pusat terkait pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di satuan pendidikan.

Kepala SMPN 10 Kendari, Attia Yuliana Djamal, S.Pd, mengatakan bahwa program LISA telah berjalan kurang lebih dua minggu sejak dirinya dipercaya memimpin sekolah tersebut pada 12 Desember 2022. Launching sempat dijadwalkan pada pekan sebelumnya, namun ditunda karena adanya kegiatan lain.

“Alhamdulillah, meskipun baru berjalan sekitar dua minggu, anak-anak sudah mulai menunjukkan budaya positif dengan memungut sampah pribadi, mengantonginya, lalu membuang ke tempat sampah yang telah disiapkan sekolah,” ujarnya.

Saat ini, jumlah peserta didik SMPN 10 Kendari tercatat sebanyak 465 siswa, yang seluruhnya terlibat aktif dalam pelaksanaan program LISA sebagai bagian dari pembiasaan hidup bersih di lingkungan sekolah.

Dalam pelaksanaannya, SMPN 10 Kendari menerapkan aturan bahwa setiap siswa yang hendak keluar dari lingkungan sekolah wajib membawa sampah pribadi sebagai bentuk tanggung jawab. Sampah tersebut dapat berupa sampah daun, plastik, maupun kertas, dan harus diperlihatkan kepada guru BK atau wali kelas sebelum siswa diperbolehkan keluar dari pagar sekolah.

“Yang dibawa bukan sampah dari tong sampah, tetapi sampah yang mereka hasilkan sendiri sejak pagi sampai pulang sekolah,” jelasnya.

Selain itu, pihak sekolah juga mulai mengelola sampah plastik seperti botol dan gelas minuman melalui dua skema, yakni dimanfaatkan sebagai bahan kegiatan eco print serta dijual ke pihak pengepul yang telah menjalin kerja sama dengan sekolah. Ke depan, sekolah juga akan mengembangkan program pemilahan sampah organik dan non-organik secara bertahap.

Sementara itu, Zainal Abidin, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 10 Kendari, menyampaikan bahwa program ini mengusung tema “Selamatkan Bumi dari Sekolah Kita.”

“Tema ini bermakna bahwa kita memulai dari aktivitas dan kebiasaan kecil yang dilakukan oleh seluruh keluarga besar sekolah. Walaupun lingkungan sekolah merupakan lingkungan kecil, SMPN 10 Kendari mampu berkontribusi dalam upaya menyelamatkan bumi,” ujarnya.

Menurutnya, peserta didik diajarkan untuk merawat lingkungan melalui kebiasaan menjaga kebersihan sekolah, membuang sampah pada tempatnya, serta mulai memilah sampah organik dan anorganik.

Ia menegaskan bahwa sekolah menerapkan sanksi yang bersifat edukatif dan normatif, bukan fisik, bagi siswa yang melanggar aturan kebersihan.

“Sekarang sudah terlihat perubahan yang signifikan. Lingkungan sekolah menjadi lebih bersih, tertib, dan nyaman,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|