Tiga Tahun Terabaikan, Jalan Poros Sukadamai Kian Hancur, Warga Menjerit

1 day ago 8

SULTRAKINI.COM: MUNA BARAT – Kondisi jalan poros di Desa Sukadamai, Kecamatan Tiworo Tengah, Kabupaten Muna Barat, kian memprihatinkan. Kerusakan yang telah berlangsung selama kurang lebih dua hingga tiga tahun terakhir kini semakin parah, dengan lubang-lubang besar yang tersebar di sepanjang sekitar satu kilometer ruas jalan.

Jalan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan Desa Sukadamai dengan sejumlah desa lainnya di wilayah Tiworo Tengah. Selain itu, jalur ini juga menjadi urat nadi perekonomian warga. Namun, kondisi jalan yang rusak berat membuat aktivitas masyarakat menjadi terhambat.

Ketua Himpunan Mahasiswa Tiworo Tengah (HIPMATIRTA), Galih Agung Harizal, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan ini telah lama dikeluhkan warga karena dampaknya yang luas terhadap kehidupan sehari-hari.

“Jalan ini sangat penting bagi masyarakat, tapi sekarang justru menyulitkan. Apalagi saat musim hujan, lubangnya tidak terlihat dan itu sangat berbahaya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kerusakan jalan tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga telah memicu kecelakaan. Salah satu kejadian terjadi pada 2023, ketika seorang warga bernama Jiton mengalami kecelakaan saat berusaha menghindari lubang hingga akhirnya menabrak deker di sepanjang jalan tersebut.

Menurut Galih, meski dampak ekonomi tidak dirasakan secara langsung, kondisi jalan yang rusak perlahan memengaruhi produktivitas masyarakat. Rasa lelah setelah bekerja semakin bertambah karena harus melewati jalan berlubang, sehingga menurunkan semangat warga dalam beraktivitas.

Selain sebagai jalur ekonomi, jalan ini juga menjadi akses vital menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan. Para siswa SD di Desa Sukadamai, pelajar SMP Negeri 1 Tiworo Tengah di Desa Langku-langku, hingga siswa SMA di Desa Labokolo, harus melewati jalan rusak tersebut setiap hari. Begitu pula masyarakat yang hendak menuju Puskesmas di Desa Mekarjaya.

Dalam kondisi darurat, situasi ini menjadi semakin krusial. Warga tidak hanya menghadapi kondisi kesehatan yang mendesak, tetapi juga harus melewati jalan rusak yang memperlambat akses pertolongan.

Galih menambahkan, jalan tersebut tidak dilalui kendaraan tambang. Aktivitas kendaraan yang melintas didominasi oleh kendaraan masyarakat serta truk pengangkut pasir dan batu, namun intensitas penggunaannya tetap tinggi karena menjadi jalur utama antar desa.

Keluhan warga, lanjutnya, telah beberapa kali disuarakan, termasuk melalui media sosial oleh HIPMATIRTA. Pemerintah daerah pun sempat merespons bahwa perbaikan jalan tersebut masuk dalam prioritas hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat kecamatan.

“Dari hasil musrenbang Kecamatan Tiworo Tengah yang kami hadiri, pak bupati akan memprioritaskan jalan Desa Sukadamai–Labokolo. Namun, sampai sekarang belum terealisasi,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa salah satu kendala yang disampaikan pemerintah adalah adanya efisiensi anggaran infrastruktur dari pemerintah pusat.

Mewakili aspirasi masyarakat, Galih berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut. Terlebih, Bupati Muna Barat diketahui memiliki rumah di wilayah Kecamatan Tiworo Tengah, sehingga dinilai memiliki akses langsung untuk melihat kondisi di lapangan.

“Harapan kami sederhana, jalan ini segera diperbaiki. Jangan tunggu semakin parah atau jatuh korban lagi,” pungkasnya.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|