Temu Ismail Buka TKA di Sultra, Kemendikdasmen Perkuat Mutu dan Kompetensi Guru

10 hours ago 6

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Sekretaris Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Temu Ismail, S.Pd., M.Si., membuka secara daring kegiatan Penyusunan Modul Mepokoaso Tes Kemampuan Akademik (TKA) Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2026 yang digelar di Hotel Same Kendari, Selasa (16/6/2026).

Meski tidak hadir secara langsung, Temu Ismail menyampaikan sambutan melalui konferensi virtual di hadapan para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Agenda penyusunan modul ini berlangsung selama empat hari, mulai 16 hingga 19 Juni 2026.

Dalam arahannya, Temu Ismail menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program pendidikan nasional tidak dapat dicapai tanpa kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dukungan pemerintah daerah, satuan pendidikan, guru, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, pembangunan pendidikan saat ini diarahkan untuk mendukung penguatan sumber daya manusia melalui peningkatan literasi, sains, teknologi, kesehatan, olahraga, kesetaraan gender, serta pemberdayaan perempuan.

Ia menjelaskan bahwa sektor pendidikan dasar dan menengah memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi pembangunan nasional. Oleh karena itu, berbagai program prioritas terus dijalankan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan secara merata.

“Tidak mungkin seluruh program pendidikan dapat berjalan dengan baik tanpa kebersamaan dan dukungan semua pihak. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci dalam membangun pendidikan yang berkualitas,” kata Temu Ismail dalam sambutannya secara daring.

Ia menyebut pemerintah terus menjalankan berbagai program strategis pendidikan, mulai dari wajib belajar 15 tahun, peningkatan kompetensi guru, hingga penguatan pembelajaran berbasis sains dan teknologi.

Selain itu, Kemendikdasmen juga melakukan berbagai pembenahan tata kelola tenaga pendidik guna memastikan kebutuhan guru di daerah dapat terpenuhi secara optimal.

Temu Ismail menjelaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia guru dilakukan melalui tiga tahapan utama, yakni pre-service, in-service, dan post-service. Ketiga tahapan tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang peningkatan kualitas guru di Indonesia.

“Dalam proses pre-service, pemerintah menyiapkan calon guru berdasarkan kebutuhan riil di lapangan. Mereka diseleksi, dididik, dan dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan guru yang akan pensiun maupun formasi yang masih kosong,” ujarnya.

Ia menambahkan, kebutuhan guru hingga beberapa tahun mendatang telah dipetakan melalui berbagai perencanaan yang disusun pemerintah. Langkah tersebut dilakukan agar tidak terjadi kekurangan tenaga pendidik di satuan pendidikan.

Pada tahap in-service, pemerintah juga terus meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan pengembangan profesional berkelanjutan. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Berbagai kebijakan rekrutmen guru pun terus disempurnakan, termasuk melalui mekanisme seleksi nasional yang bertujuan menghasilkan tenaga pendidik yang profesional dan sesuai kebutuhan daerah.

Melalui kegiatan Penyusunan Modul Mepokoaso TKA ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan instrumen akademik yang berkualitas dan relevan untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan di Sulawesi Tenggara.

Kegiatan yang berlangsung hingga 19 Juni 2026 itu menjadi bentuk komitmen Kemendikdasmen bersama BGTK Sulawesi Tenggara dalam memperkuat kapasitas guru serta mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|