SULTRAKINI.COM: KENDARI – Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Sulawesi Tenggara resmi menuntaskan penyusunan Modul Mepokoaso Tes Kemampuan Akademik (TKA) setelah melalui rangkaian kegiatan selama empat hari di Same Hotel Kendari, Jumat (19/6/2026). Program ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan akademik siswa sekaligus memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi pelaksanaan TKA.
Kepala BGTK Sultra, Surip Widodo, S.Si., M.M., mengatakan dalam wawancaranya bahwa, seluruh target yang direncanakan dalam kegiatan tersebut berhasil dicapai. Berbagai perangkat pendukung program Mepokoaso TKA kini telah tersedia dan siap memasuki tahap validasi serta uji coba.
Menurut Surip, selama empat hari pelaksanaan kegiatan, tim penyusun berhasil menghasilkan sejumlah modul penting yang akan menjadi panduan dalam pelaksanaan program. Modul tersebut mencakup pembelajaran mendalam (deep learning), penyusunan soal HOTS dan TKA, pendampingan intensif di kelas, hingga implementasi pembelajaran mendalam bagi siswa.
Selain modul, BGTK Sultra juga telah merampungkan Learning Management System (LMS) yang akan menjadi platform digital pendukung program. Blueprint LMS beserta instrumen penjaminan mutu untuk seluruh tahapan program juga telah selesai disusun.
“Alhamdulillah di empat hari ini kita sudah menghasilkan output yang diharapkan. Ada modul pembelajaran mendalam, modul penyusunan soal HOTS dan TKA, modul pendampingan intensif di kelas, serta LMS yang blueprint-nya sudah selesai dan siap diuji coba,” ujar Surip.
Ia menjelaskan, setelah tahap penyusunan modul selesai, proses selanjutnya adalah validasi modul di lingkungan BGTK Sultra. Setelah dinyatakan layak, program akan dilanjutkan dengan bimbingan teknis (Bimtek) bagi guru terkait penyusunan soal HOTS dan implementasi pembelajaran mendalam.
Surip mengungkapkan, kegiatan Bimtek nantinya juga akan menghasilkan bank soal yang akan didigitalisasi ke dalam LMS. Bank soal tersebut kemudian digunakan sebagai bahan try out bagi siswa di daerah sasaran program.
“Dalam Bimtek nanti akan menghasilkan bank soal. Soal-soal itu kemudian masuk ke LMS dan digunakan untuk try out. Hasil try out itulah yang nantinya menjadi bahan evaluasi dan pembahasan di forum MGMP,” jelasnya.
BGTK Sultra menargetkan pelaksanaan try out perdana dapat dimulai pada pekan kedua Juli 2026. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara serentak di seluruh SMA yang menjadi sasaran awal program, yakni di Kota Kendari dan Kabupaten Bombana.
Menurut Surip, pelaksanaan program ini juga didukung kebijakan Hari Belajar Guru yang memberikan ruang bagi para pendidik untuk meningkatkan kompetensinya melalui komunitas belajar dan forum MGMP. Dukungan tersebut diperkuat melalui pemanfaatan dana BOS dan tunjangan profesi guru.
Selama pelaksanaan kegiatan penyusunan modul, Surip memastikan tidak ada kendala berarti yang menghambat proses kerja tim. Meski terdapat dinamika dalam diskusi dan penyusunan materi, seluruh target yang ditetapkan berhasil dicapai sesuai jadwal.
“Alhamdulillah tidak ada masalah. Ada sedikit dinamika, tetapi semuanya berjalan lancar dan output yang ditargetkan sudah tercapai,” katanya.
Di akhir kegiatan, Surip berharap program Mepokoaso TKA dapat menjadi model baru dalam pengembangan inovasi pendidikan di Sulawesi Tenggara. Ia ingin setiap program yang dijalankan ke depan memiliki perencanaan yang matang, mulai dari analisis kebutuhan, penyusunan model, pengembangan modul, uji coba, supervisi hingga monitoring dan evaluasi. Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai pihak, mulai dari guru, akademisi perguruan tinggi, PGRI, hingga IGI yang terlibat dalam penyusunan program tersebut.
Laporan: Andi Mahfud

13 hours ago
7

















































