Psikolog UHO Soroti Meningkatnya Kecemasan di Kalangan Generasi Z

3 days ago 11

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Dosen Psikologi Universitas Halu Oleo (UHO) sekaligus praktisi psikolog klinis, Astri Yunita, menilai kegiatan literasi seperti “Ulik Tilik Buku” memberikan dampak positif bagi anak muda, terutama dalam membangun budaya membaca dan membuka ruang edukasi kesehatan mental.

Menurut Astri, di tengah dominasi gawai dan media sosial, kehadiran komunitas literasi menjadi alternatif sehat untuk mengajak generasi muda kembali dekat dengan buku.

“Kegiatan ini sangat positif karena mengajak anak muda membaca. Di era Digital, upaya seperti ini penting untuk membangun budaya baca,” ujar Astri saat ditemui usai kegiatan di Perpustakaan Daerah Kota Kendari, Sabtu (31/1/2026).

Ia menilai keunikan kegiatan yang diinisiasi komunitas Book Scape bersama pegiat literasi lainnya terletak pada konsep diskusi lintas disiplin. Panitia tidak hanya membedah isi novel, tetapi juga menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang profesi yang relevan dengan tema karya sastra.

“Nilai jualnya ada pada penggabungan perspektif sastra dan psikologi. Wawasan peserta menjadi lebih luas karena tidak hanya membahas cerita, tetapi juga konteks di baliknya,” jelasnya.

Dalam wawancaranya usai kegiatan, Astri turut mengulas isu perkembangan anak dan kesehatan mental, termasuk potensi trauma yang dapat terbentuk sejak usia dini. Ia menegaskan bahwa membaca karya sastra secara mendalam melalui forum diskusi memungkinkan pembaca memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif dibandingkan membaca secara mandiri.

Terkait isu kesehatan mental di kalangan remaja dan mahasiswa, Astri mengingatkan agar anak muda tidak mudah melakukan self-diagnosis. Menurutnya, tidak semua kecemasan merupakan gangguan mental.

“Kecemasan belum tentu gangguan. Bisa saja hanya reaksi emosi atau stres ringan. Gangguan kecemasan harus ditentukan melalui pemeriksaan psikolog klinis dan gejalanya berlangsung minimal satu bulan,” tegasnya.

Ia menambahkan, kecemasan yang tidak ditangani dengan tepat memang berpotensi berkembang menjadi gangguan yang lebih berat, seperti depresi. Namun, penanganan harus didasarkan pada diagnosis profesional.

Astri juga menyoroti karakter generasi Z yang cenderung terbiasa dengan hal-hal instan akibat pengaruh teknologi dan media sosial. Kebiasaan tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi daya juang dan ketahanan emosi.

“Ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai ekspektasi, mereka mudah kecewa dan menilai diri sendiri bermasalah, padahal itu bisa jadi reaksi emosional yang wajar,” ujarnya.

Terkait kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa, Astri menegaskan bahwa penyebabnya tidak pernah tunggal. Faktor akademik, keluarga, hubungan personal, dan kondisi individu sering kali saling berkaitan.

“Keputusan ekstrem biasanya akibat masalah yang menumpuk, bukan hanya satu faktor,” katanya.

Ia berharap generasi muda dapat lebih melatih kepekaan emosional, tidak hanya berfokus pada masalah pribadi, tetapi juga peka terhadap kesulitan orang lain di sekitarnya.

“Membantu orang lain bisa menjadi cara untuk menyembuhkan diri sendiri. Kepekaan sosial ini penting untuk terus dilatih,” pungkasnya. Kegiatan literasi tersebut berlangsung pada pukul 15.30–17.30 Wita dan dihadiri pelajar, mahasiswa, serta komunitas literasi di Kota Kendari.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|