SULTRAKINI.COM: KONAWE-Jalan penghubung antardesa merupakan urat nadi perkembangan suatu wilayah. Komitmen itulah yang dikembangkan PT Sulawesi Cahaya Mineral (PT SCM), salah satu anak usaha PT Merdeka Battery Materials Tbk (BEI: MBMA) yang juga merupakan bagian dari PT Merdeka Copper Gold Tbk (BEI: MDKA), dalam mendukung pengembangan infrastruktur jalan penghubung antardesa di wilayah lingkar tambang PT SCM, Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Selain melakukan perbaikan rutin jalur penghubung dari Kabupaten Konawe Utara menuju wilayah operasi PT SCM di Kecamatan Routa, Konawe, pengembangan jalan antardesa di wilayah tersebut juga terus dilakukan. Salah satu realisasinya adalah selesainya pembangunan jalan penghubung antara Desa Puuwiwirano dan Desa Tanggola di Kecamatan Routa, yang kini telah difungsikan.
Proyek yang merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) PT Sulawesi Cahaya Mineral tahun 2025 ini resmi diserahterimakan pada akhir tahun lalu. Jalan sepanjang 2.873 meter dengan nilai investasi sebesar Rp2,1 miliar ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas infrastruktur dasar bagi masyarakat desa di Kecamatan Routa yang berjarak lebih dari 300 kilometer dari ibu kota Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Pengerjaan jalan ini melibatkan masyarakat lokal secara langsung, mulai dari penyediaan sebagian besar material proyek melalui Koperasi Desa Merah Putih Tanggola, pemanfaatan alat berat milik warga seperti ekskavator dan truk, hingga keterlibatan warga dalam proses konstruksi sebagai sopir truk dan pengawas lapangan. Keterlibatan masyarakat ini menjadi bukti bahwa proyek tersebut, selain bermanfaat secara infrastruktur, juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga desa.
Seiring dengan pelibatan masyarakat, pembangunan jalan dilaksanakan dengan memperhatikan standar keamanan dan kenyamanan, meskipun medan yang dilalui berupa punggung bukit dan lembah yang tergolong menantang.
Proyek perbaikan jalan diawali dengan asesmen teknis yang menyeluruh, mencakup pembukaan lahan, pembangunan jembatan, pembuatan tanggul jalan, serta penguatan struktur agar layak dilalui kendaraan. Jalan yang dibangun memiliki lebar rata-rata lima meter dengan menggunakan material agregat quarry sedalam 60 sentimeter dan dipadatkan menggunakan alat berat compactor. Selain itu, sistem drainase juga dirancang dengan menggali jalur limpasan air hujan ke arah sungai atau jurang guna menghindari genangan yang dapat merusak jalan.
Desa Puuwiwirano dan Tanggola di Kecamatan Routa yang dihuni lebih dari 800 jiwa, sebagian besar mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai mata pencaharian utama. Namun, akses yang terbatas dan kondisi jalan yang kurang memadai membuat pergerakan ekonomi lokal terhambat.
Kondisi tersebut semakin sulit pada musim hujan, ketika medan terjal kerap tertutup longsoran tanah. Situasi ini berdampak pada terbatasnya mobilitas warga dalam mengakses fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Pembangunan jalan penghubung ini tidak hanya menjadi proyek infrastruktur, tetapi juga upaya nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Dengan adanya jalan yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat mengakses pasar dengan lebih mudah, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta menjangkau fasilitas penting seperti sekolah dan rumah sakit.
Pembangunan infrastruktur jalan oleh PT SCM tidak berhenti pada proyek jalur Puuwiwirano–Tanggola. Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan pada jalur Walandawe–Puuwiwirano. Jalur ini memiliki tingkat tantangan yang lebih tinggi karena harus melintasi tiga aliran sungai, sehingga memerlukan pembangunan jembatan yang layak beserta fasilitas pendukung lainnya.
Kepala Desa Tanggola, Supardi, menyampaikan harapannya terhadap perkembangan proyek tersebut. “Setelah pengembangan jalan ini, kami berharap ada pengembangan akses berupa jembatan yang lebih layak ke arah desa lainnya sehingga dapat lebih memudahkan aktivitas warga,” harap Supardi.
Sembari proyek penghubung Desa Tanggola dan Puuwiwirano berjalan, proyek perbaikan jalan desa menggunakan lapisan aspal mulai dirintis di Desa Lalomerui, wilayah Kecamatan Routa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Konawe Utara. Proyek pengaspalan ini menjadi yang pertama di wilayah lingkar tambang PT SCM di Kecamatan Routa.
Proyek tersebut terbilang lebih menantang. Selain menjadi proyek pengaspalan perdana, akses dan mobilisasi alat pendukung proyek juga menjadi tantangan tersendiri.
Program pengembangan jalan penghubung ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat konektivitas antardesa sekaligus membuka peluang ekonomi di masa depan.
“Kami berkomitmen mendukung pengembangan wilayah sekitar tambang melalui program PPM yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Didik Fotunadi, Kepala Teknik Tambang PT SCM.
Melalui keberhasilan pembangunan jalan penghubung di sejumlah wilayah lingkar tambang, PT SCM berharap peningkatan aksesibilitas dapat mendorong interaksi sosial antardesa, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta membuka peluang pengembangan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

2 days ago
8

















































