Sanggahan Ditolak Irjen, Prof Azhar Bafadal Tunjukkan Sikap Berdemokrasi Secara Elegan

6 hours ago 7

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Upaya Prof. Dr. Ir. Azhar Bafadal, M.Si memperjuangkan keberatannya atas hasil penjaringan bakal calon Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026–2030 akhirnya mencapai titik akhir. Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) resmi menyampaikan tanggapan atas surat sanggahan yang diajukannya dan pada prinsipnya tetap menguatkan keputusan panitia dan Senat Akademik UHO bahwa jabatan Ketua maupun Sekretaris Senat tidak termasuk kategori jabatan manajerial sebagaimana dipersyaratkan dalam seleksi calon rektor.

Surat bernomor 37/DST/E4/R/WS.01.05/2026 tertanggal 26 Juni 2026 itu menjelaskan bahwa berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara dan Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 4 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Universitas Halu Oleo, jabatan manajerial adalah jabatan yang memimpin unit organisasi serta memiliki bawahan yang berada langsung di bawah koordinasinya.

Dalam surat tersebut, Irjen Kemendiktisaintek juga menegaskan bahwa Senat merupakan unsur penyusun kebijakan akademik yang menjalankan fungsi penetapan dan pertimbangan kebijakan. Karena itu, jabatan Ketua maupun Sekretaris Senat tidak termasuk dalam kategori jabatan manajerial sebagaimana dipersyaratkan bagi calon rektor.

Irjen juga menjelaskan bahwa Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 0203/E/TP.01.03/2021 yang dijadikan dasar argumentasi oleh Prof. Azhar Bafadal tidak berlaku secara umum. Surat tersebut hanya berlaku bagi pejabat yang menjadi tujuan surat sehingga tidak dapat dijadikan dasar hukum untuk seluruh proses seleksi pemimpin perguruan tinggi negeri.

Menanggapi surat balasan tersebut, Prof. Azhar Bafadal menyatakan menerima keputusan yang telah disampaikan kementerian. Ia menegaskan telah menempuh seluruh jalur administratif yang tersedia dan kini memilih menghormati hasil yang telah diputuskan.

“Ya, mungkin memang sudah begitu jalan yang dapat saya tempuh. Selamat berkompetisi kepada para bakal calon secara sehat,” kata Azhar kepada SultraKini.com, Selasa (30 Juni 2026).

Ia mengajak seluruh sivitas akademika UHO menjaga suasana Pemilihan Rektor tetap kondusif hingga seluruh tahapan selesai.

“Saya mengajak semua pihak agar menjaga Pilrek tetap kondusif karena pada akhirnya hanya satu orang yang akan menjadi rektor. Mari belajar menerima kenyataan dari sekarang,” ujarnya.

Menurut Azhar, dinamika dalam pemilihan rektor merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus diterima dengan sikap dewasa.

“Ibarat Piala Dunia, pada setiap fase atau tahapan pasti peserta yang berlaga semakin berkurang dan pada akhirnya hanya tersisa satu orang yang menjadi juara, atau dalam konteks ini menjadi rektor,” katanya.

Perjalanan Prof. Azhar dalam kontestasi Pilrek UHO menjadi salah satu dinamika yang mewarnai proses pemilihan rektor tahun ini.

Pada tahap verifikasi administrasi yang diputuskan dalam Rapat Senat Akademik UHO tanggal 18 Juni 2026, ia menjadi satu-satunya dari 11 pendaftar yang dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi pada aspek pengalaman manajerial. Sementara sepuluh bakal calon lainnya dinyatakan memenuhi syarat dan berhak mengikuti tahapan berikutnya.

Merasa memenuhi ketentuan, Azhar kemudian mengajukan surat keberatan kepada Kemendiktisaintek. Dalam sanggahannya, ia berpendapat bahwa pengalaman sebagai Sekretaris Senat Fakultas Pertanian selama 17 bulan dan Ketua Senat Fakultas Pertanian selama sembilan bulan seharusnya dihitung secara akumulatif sebagai pengalaman manajerial. Ia juga mempersoalkan tidak adanya masa sanggah dalam jadwal pemilihan serta tidak diterimanya salah satu dokumen pendukung yang dibawa timnya saat pendaftaran.

Surat tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh Inspektorat Jenderal Kemendiktisaintek melalui surat jawaban tertanggal 26 Juni 2026 yang pada pokoknya menyatakan bahwa keputusan Senat UHO telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tahapan Pilrek Terus Berjalan

Dengan keluarnya tanggapan dari Inspektorat Jenderal Kemendiktisaintek, proses Pemilihan Rektor UHO kini terus berlanjut sesuai jadwal yang telah ditetapkan Senat Akademik.

Hari ini, tahapan Pilrek telah memasuki agenda penyampaian visi, misi, dan program kerja oleh sepuluh bakal calon rektor yang lolos seleksi administrasi. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum Senat Akademik melakukan penilaian dan menetapkan tiga calon rektor yang akan diajukan kepada Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Meski tidak lagi menjadi bagian dari kontestasi, sikap Prof. Azhar Bafadal yang menerima hasil setelah seluruh mekanisme administratif ditempuh menjadi penutup dari salah satu dinamika paling menyita perhatian dalam Pilrek UHO tahun ini. Sikap tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa perbedaan pandangan dapat diselesaikan melalui mekanisme yang tersedia tanpa mengganggu stabilitas dan kondusivitas kehidupan akademik di lingkungan Universitas Halu Oleo.

Laporan: Shen Keanu

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|