Kapal GT 21 Mati Mesin di Tengah Laut, Basarnas Evakuasi Delapan Penumpang

4 hours ago 4

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Pelayaran sebuah kapal yang mengangkut delapan orang dari Pulau Siompu menuju Wanci mendadak berubah menjadi situasi darurat. Kapal GT 21 yang mereka tumpangi mengalami mati mesin di tengah laut dan terombang-ambing di perairan sebelah utara Pulau Batu Atas, Kabupaten Buton Selatan, Sabtu (27/6/2026).

Informasi mengenai insiden tersebut diterima Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari sekitar pukul 16.45 Wita dari Ian, pemilik kapal. Laporan menyebutkan kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran setelah mengalami kerusakan mesin.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 17.00 Wita Tim Rescue Pos SAR Baubau langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RB) 210 untuk memberikan bantuan dan melakukan operasi penyelamatan terhadap seluruh penumpang kapal.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., menjelaskan kapal sebelumnya bertolak dari Siompu pada pukul 05.30 Wita dengan tujuan Wanci. Namun, sekitar pukul 09.00 Wita mesin kapal mengalami kerusakan sehingga tidak lagi dapat beroperasi.

“Awaknya telah berupaya memperbaiki mesin kapal, namun tidak berhasil sehingga akhirnya meminta bantuan untuk dilakukan evakuasi,” jelas Amiruddin berdasarkan kronologi yang diterima Basarnas.

Lokasi kejadian berada sekitar 37 nautical mile (NM) dari Pelabuhan Murhum, Baubau. Tim SAR bergerak menuju titik lokasi dengan membawa berbagai peralatan pendukung operasi penyelamatan.

Dalam operasi tersebut, Basarnas mengerahkan unsur SMC dan Staf SMC KPP Kendari, personel Rescuer Pos SAR Baubau, serta ABK RB 210. Peralatan yang dibawa meliputi rescue car, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Berdasarkan informasi dari BMKG, kondisi cuaca di sekitar lokasi operasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 21 kilometer per jam dari arah timur. Sementara itu, tinggi gelombang berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter sehingga proses penyelamatan tetap dilakukan dengan mengutamakan faktor keselamatan.

Hingga berita ini diterbitkan, operasi SAR masih berlangsung dan identitas delapan penumpang kapal masih dalam proses pendataan. Basarnas Kendari menyatakan perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah tim di lapangan memberikan pembaruan kondisi terkini.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|