Gambar: Kondisi korban yang sedang terbaring. (Foto: Amran Mustar Ode/SULTRAKINI.COM)
SULTRAKINI.COM: WAKATOBI – Enam hari setelah diduga menjadi korban penyiksaan oleh dua oknum anggota Polres Wakatobi, RA (17), remaja asal Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, masih terbaring sakit di rumah. Pihak keluarga menyebut kondisi korban belum membaik dan hingga kini masih kesulitan beraktivitas.
Kakak korban, Asrudin, mengatakan adiknya diduga mengalami penyiksaan selama hampir tiga jam, yakni pada Rabu dini hari, 24 Juni 2026, sekitar pukul 01.00 hingga 03.00 Wita.
Akibat kejadian tersebut, adiknya masih merasakan nyeri di bagian dada, sesak napas, sakit kepala, serta nyeri pada lutut yang diduga akibat disetrum.
“Bahkan untuk berjalan ke kamar mandi, adik saya masih harus dipapah. Makan pun masih harus disuapi, sementara minum menggunakan pipet,” ungkapnya, Senin (29/6/2026).
Asrudin juga mengungkapkan bahwa saat RA dipanggil ke Polres Wakatobi untuk dimintai keterangan, kondisi korban justru menurun. Korban mengaku pusing hingga hampir pingsan sehingga pemeriksaan belum dapat dilanjutkan.
RA merupakan satu dari dua anak di bawah umur yang mengaku menjadi korban dugaan penganiayaan oleh dua oknum anggota Polres Wakatobi berinisial Briptu AB dan Bripda F. Selain RA, rekannya berinisial SLJ juga mengaku mengalami dugaan kekerasan pada hari yang sama hingga pagi hari.
Berdasarkan pengakuan korban, peristiwa ini bermula ketika RA bersama SLJ diminta menjual 76 slop rokok yang diduga tidak bercukai dan merupakan rokok hasil sitaan dari kios-kios. Hingga 23 Juni 2026, hasil penjualan yang disetorkan baru sekitar Rp7 juta. Namun, Briptu AB disebut tetap menuntut setoran sebesar Rp10 juta.
RA dan SLJ kemudian dipanggil ke sebuah rumah kontrakan di Kecamatan Wangi-Wangi. Di lokasi tersebut, keduanya mengaku mengalami dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Briptu AB, Bripda F, serta seorang pria yang tidak dikenal.
Sementara itu, Kapolres Wakatobi menegaskan kasus tersebut akan diproses secara profesional tanpa pandang bulu. Kedua oknum anggota yang dilaporkan juga telah ditempatkan di tempat khusus selama proses pemeriksaan berlangsung.
Laporan: Amran Mustar Ode

5 hours ago
4

















































