Kapal GT 21 Mati Mesin di Tengah Laut saat Berlayar dari Siompu ke Wanci, 8 Penumpang Selamat

16 hours ago 5

SULTRAKINI.COM: KENDARI – Kepanikan sempat menyelimuti delapan penumpang Kapal GT 21 yang berlayar dari Pulau Siompu menuju Wanci setelah kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan sebelah utara Pulau Batu Atas, Kabupaten Buton Selatan, Sabtu (27/6/2026). Beruntung, seluruh penumpang akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

Insiden tersebut pertama kali dilaporkan kepada Comm Centre Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari sekitar pukul 16.45 Wita oleh pemilik kapal bernama Ian. Laporan itu menyebutkan kapal tidak dapat melanjutkan pelayaran akibat mengalami kerusakan mesin di tengah laut.

Merespons laporan tersebut, pada pukul 17.00 Wita Tim Rescue Pos SAR Baubau langsung diberangkatkan menuju lokasi menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RB) 210 untuk memberikan bantuan sekaligus melakukan operasi penyelamatan terhadap seluruh penumpang kapal.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S., menjelaskan kapal berangkat dari Siompu menuju Wanci pada pukul 05.30 Wita dengan membawa delapan orang. Namun sekitar pukul 09.00 Wita, mesin kapal mengalami kerusakan sehingga pelayaran terhenti di tengah laut.

“Awaknya telah berupaya memperbaiki mesin kapal, namun tidak berhasil sehingga akhirnya meminta bantuan untuk dilakukan evakuasi,” ujar Amiruddin.

Lokasi kejadian berada sekitar 37 nautical mile (NM) dari Pelabuhan Murhum Baubau. Tim SAR bergerak menuju titik koordinat dengan membawa berbagai peralatan pendukung operasi penyelamatan, mulai dari peralatan medis, evakuasi, komunikasi hingga perlengkapan keselamatan lainnya.

Di tengah proses operasi SAR berlangsung, perkembangan menggembirakan diterima Basarnas Kendari. Pada pukul 19.09 Wita, pemilik kapal menginformasikan bahwa GT 21 telah berhasil ditarik oleh kapal nelayan menuju Desa Bahari.

Seluruh delapan orang yang berada di atas kapal dilaporkan selamat tanpa adanya korban jiwa. Dengan kondisi tersebut, operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

“Pada pukul 19.09 Wita kami menerima informasi dari pemilik kapal bahwa kapal telah ditarik oleh kapal nelayan menuju Desa Bahari berikut delapan orang penumpang dalam keadaan selamat,” kata Amiruddin.

Ia menambahkan, keberhasilan evakuasi tersebut mengakhiri operasi SAR terhadap kapal GT 21 yang sebelumnya mengalami mati mesin dan terombang-ambing di perairan sebelah utara Pulau Batu Atas.

Delapan orang yang berhasil dievakuasi masing-masing yakni Rahman (59) selaku nahkoda, Bahar (35), Pace (19), Adi (21), Dili (33), Tompal (37), Rahim (30), dan Amang (19). Seluruhnya dipastikan berada dalam kondisi selamat.

Operasi SAR melibatkan unsur SMC dan Staf SMC KPP Kendari, Rescuer Pos SAR Baubau, ABK RB 210, Kepala Desa Bahari, pemilik kapal, serta nelayan Desa Bahari. Armada yang digunakan antara lain Rescue Car, RB 210, kapal nelayan Desa Bahari, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, dan perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.

Berdasarkan informasi BMKG, cuaca di lokasi kejadian saat operasi berlangsung terpantau cerah dengan kecepatan angin sekitar 21 kilometer per jam dari arah timur dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter, sehingga proses evakuasi dapat berjalan dengan aman hingga seluruh penumpang berhasil diselamatkan.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|