Rektor UHO Dorong Mahasiswa Jadi Wirausahawan: Jangan Hanya Berharap Menjadi PNS

4 days ago 11

SULTRAKINI.COM: KENDARI— Pelaksana Tugas Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Dr. Herman, S.H., LL.M., resmi membuka kegiatan Pekan Produk Kreatif Unggulan UMKM Goes to Kampus yang berlangsung pada 26–28 November di pelataran Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHO. Acara ini mengusung tema “Ekonomi Berdialog dari Pusat ke Daerah: Efektivitas Distribusi Fiskal dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi” dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas, inovasi, serta kesiapan berwirausaha.

Dalam sambutannya, Dr. Herman menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan fakultas, Dinas Koperasi Sulawesi Tenggara, dan perwakilan Bank Pembangunan Daerah. Ia menegaskan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya seremoni, tetapi bagian dari pembentukan karakter dan kompetensi mahasiswa UHO.

Dr. Herman menyoroti bahwa perubahan dunia saat ini sangat cepat—baik dari sisi regulasi, teknologi, maupun tuntutan kompetensi. Karena itu, mahasiswa dituntut untuk beradaptasi dan berpikir jauh ke depan.

“Perubahan itu sangat cepat, dan hanya orang-orang yang mampu beradaptasi yang bisa survive. Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis hari ini telah menunjukkan kemampuan itu,” katanya.

Ia memberikan apresiasi kepada panitia, BEM, serta pengurus lembaga kemahasiswaan yang berhasil menyusun kegiatan secara profesional dan melibatkan banyak mitra.

Dalam arahannya, Dr. Herman menekankan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh IPK atau masa studi, tetapi kemampuan mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata.

“Kalau Anda keluar seperti angin lewat tanpa arti, berarti selama ini Anda hanya datang, absen, ikut kuliah, lalu pulang. Ke depan tidak seperti itu. Anda harus bisa mempresentasikan apa yang diberikan dosen kepada Anda,” tegasnya.

Kegiatan pameran UMKM ini menjadi pembuktian nyata bahwa mahasiswa FEB UHO mampu menerjemahkan teori menjadi praktik, mengembangkan ide, dan memproduksi karya kreatif yang bernilai ekonomi.

Dr. Herman memuji keberhasilan mahasiswa FEB menggandeng Dinas Koperasi Sulawesi Tenggara sebagai mitra dalam kegiatan ini. Baginya, kolaborasi menunjukkan kemampuan mahasiswa untuk berkompetisi di tengah banyaknya lembaga pendidikan lain.

“Itu luar biasa. Ini bukti kalian sudah mampu berkompetisi. Bukan soal banyaknya kompetitor—seribu atau sepuluh ribu—tapi bagaimana kita menjadi pemenang,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa jiwa kolaboratif, kreatif, dan inovatif adalah modal penting di tengah dinamika ekonomi saat ini.

Dalam sambutannya, Dr. Herman juga menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi produk mahasiswa melalui pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).

“Ada produk inovatif? Daftarkan hakinya. Perbaiki kemasannya. Produk kita sebenarnya tidak kalah, hanya persoalan branding dan promosi,” katanya.

Ia menekankan bahwa mahasiswa FEB memiliki peluang besar untuk memanfaatkan skema pembinaan dan bantuan UMKM dari Dinas Koperasi serta lembaga mitra lainnya.

Sebagai bagian dari langkah konkret, Dr. Herman mengumumkan bahwa pada 3 Desember, UHO akan menghadirkan pejabat dari Kementerian Hukum dan HAM yang akan memberikan materi mengenai regulasi, legalitas usaha, dan pendirian badan usaha.

“Ini bagian dari upaya universitas mempersiapkan alumni agar mampu mengambil peran penting dalam masyarakat dan dunia kerja,” jelasnya.

Usai membuka acara dan mengelilingi seluruh stand UMKM mahasiswa FEB, Dr. Herman memberikan wawancara khusus. Ia kembali menekankan pentingnya membangun jiwa wirausaha agar mahasiswa tidak hanya terpaku pada orientasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Ia menegaskan bahwa peluang ASN sangat terbatas dibandingkan jumlah lulusan UHO setiap tahun.

“Satu periode kita hasilkan sekitar 3.000 alumni. Formasi PNS mungkin hanya seribuan. Kalau hanya berharap jadi PNS, yang lain mau ke mana?” tegasnya.

“Gaji anak saya yang baru PNS sekitar 2,7 juta. Dia ini sudah selesai S2 dan lanjut mengajar di Fakultas Hukum. Sementara anak saya yang berwirausaha, satu malam bisa dapat 400 ribu bersih. Sebulan bisa 12 juta. Ini bukti bahwa usaha itu bisa lebih menjanjikan,” jelasnya.

Dr. Herman juga berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi fakultas lain di UHO.

“Mahasiswa hukum misalnya, bisa mengambil bagian dengan membantu pendaftaran HAKI produk UMKM. Itu bisa jadi pendapatan dan membangun kapasitas diri,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan kemahasiswaan harus terus beradaptasi dengan zaman—bukan sekadar mengulang pola kegiatan generasi sebelumnya.

Mengakhiri rangkaian kegiatan pembukaan, Dr. Herman menyampaikan optimismenya bahwa mahasiswa UHO, khususnya FEB, telah menunjukkan karakter generasi yang siap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi.

Kegiatan Pekan Produk Kreatif Unggulan UMKM Goes to Kampus secara resmi dibuka dan berlangsung selama tiga hari, menampilkan inovasi serta karya terbaik mahasiswa dan UMKM lokal.

Laporan: Andi Mahfud

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|