SULTRAKINI.COM: KENDARI — Suasana Ramadan Sultra Fest 2026 tak hanya dipenuhi aroma kuliner berbuka puasa, tetapi juga deretan kode QR yang terpampang di setiap stan. Di ajang ini, digitalisasi menjadi denyut baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sulawesi Tenggara.
Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara menjadikan festival Ramadan tahun ini sebagai panggung percepatan transaksi non-tunai berbasis QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Seluruh tenant didorong mengadopsi sistem pembayaran digital agar transaksi lebih praktis, aman, dan tercatat rapi.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, mengatakan momentum Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk membiasakan masyarakat dan pelaku usaha bertransaksi secara digital.
“UMKM kita dorong memanfaatkan QRIS. Selain memudahkan pembeli, pencatatan keuangan juga lebih tertib sehingga membantu pengembangan usaha,” ujarnya.
Dalam Ramadan Sultra Fest 2026, puluhan pelaku UMKM, khususnya sektor kuliner, terlibat menyediakan aneka menu berbuka hingga sahur. Bank Indonesia tak hanya menghadirkan sistem pembayaran digital, tetapi juga memberi pendampingan langsung agar para pelaku usaha terbiasa menggunakan platform non-tunai.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi bersama Bank Sultra dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Selain bazar UMKM, kegiatan juga dirangkaikan dengan edukasi ekonomi syariah dan program stabilisasi harga pangan untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.
Tak hanya itu, BI turut membuka layanan penukaran uang rupiah berbasis pendaftaran digital melalui aplikasi PINTAR. Sistem ini dirancang agar proses penukaran menjelang Idulfitri lebih tertib dan efisien, sekaligus mengurangi antrean panjang seperti tahun-tahun sebelumnya.
Melalui Ramadan Sultra Fest, digitalisasi tak lagi sekadar jargon. Ia hadir di meja kasir UMKM, di genggaman pembeli, dan menjadi bagian dari transformasi ekonomi daerah. BI berharap kebiasaan bertransaksi digital yang tumbuh selama Ramadan dapat berlanjut dan menjadi fondasi penguatan ekonomi Sulawesi Tenggara ke depan.
Laporan: Riswan

6 hours ago
1
















































