PT Vale IGP Pomalaa Gencarkan Promkes TBC di Desa Watalara, Perkuat Kesadaran Kesehatan Masyarakat

19 hours ago 8

SULTRAKINI.COM: KOLAKA-PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa semakin masif menggelar program promosi kesehatan (Promkes) sebagai bentuk kepedulian dan upaya penanggulangan serta pencegahan penyebaran penyakit Tuberculosis (TBC) bagi masyarakat di wilayah industrinya. Kali ini, Vale menggelar Promkes di Desa Watalara, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, dan merupakan desa ke-10 yang mendapat edukasi Promkes (10/4/2026).

Occupational Health Doctor PT Vale Indonesia IGP Pomalaa, dr. R. Fausan Numyani P., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen perusahaan dalam membangun fondasi kesehatan yang kuat dimulai dari lingkup keluarga.

“Kami menyadari bahwa fondasi suatu lingkungan yang sehat berasal dari keluarga. PT Vale sangat memperhatikan hal tersebut guna mewujudkan Kolaka sehat, bersih, dan berdaya,” katanya.

Kegiatan ini merupakan sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat untuk menjaga lingkungan agar penyakit TBC ini tidak menyebar di wilayah ini.

“Harapannya, kegiatan ini berdampak nyata bagi lingkungan sekitar dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, sehingga keluarga di area operasional PT Vale bisa saling menjaga kesehatan,” jelasnya.

Camat Baula, Syahrial Darmawan, juga menyampaikan apresiasinya terhadap langkah nyata perusahaan. Menurutnya, promosi kesehatan ini sangat krusial untuk menekan angka penderita TBC yang penularannya sangat cepat melalui udara.

“TBC merupakan ancaman kesehatan yang bisa mengenai siapa saja dalam keluarga. Melalui edukasi ini, masyarakat diajak sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.

Ia berharap para peserta yang hadir dapat menjadi agen perubahan bagi keluarga dan tetangga sekitar.

Selain TBC, ia juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan rutin menguras bak penampungan air untuk membasmi jentik nyamuk.

Kepala Puskesmas Baula, Sukmawati, menjelaskan secara teknis bahwa TBC adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.

“Bakteri ini paling sering menyerang paru-paru dan menular melalui udara saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Jika ditemukan satu kasus dalam rumah, maka seluruh anggota keluarga harus segera menjalani skrining karena penularannya sangat cepat melalui pernapasan,” jelasnya.

Warga Desa Watalara, Hajra, mengatakan edukasi seperti ini penting untuk dihadiri warga. Meskipun masyarakat sudah mengetahui secara umum apa itu penyakit TBC dan bahaya DBD, masih ada yang belum tahu cara mengatasi serta masih abai terhadap penularannya.

“Edukasi yang difasilitasi perusahaan Vale di desa ini patut dihadiri dan disimak untuk melakukan pencegahan,” katanya.

Pihak Puskesmas Baula berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan deteksi dini (skrining) bagi masyarakat guna memastikan mata rantai penularan TBC di wilayah tersebut dapat terputus.

Laporan: Anti

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|