PT Vale IGP Pomalaa Gencarkan Edukasi PHBS dan Pencegahan TB di Desa Totobo

1 day ago 8

SULTRAKINI.COM: KOLAKA-PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek Industry Growth Project (IGP) Pomalaa terus berkomitmen sebagai perusahaan yang memiliki andil dalam program edukasi kesehatan masyarakat serta pentingnya menjaga kesehatan.

Kali ini, PT Vale Indonesia Tbk melalui proyek Industry Growth Project (IGP) kembali melakukan promosi kesehatan dalam upaya menekan penyebaran Tuberkulosis (TB) di tingkat desa yang mulai menunjukkan geliat baru. Ratusan warga Desa Totobo, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, memadati balai desa pada Selasa (22/4/2026).

Program kolaborasi perusahaan dan puskesmas setempat ini sekaligus menunjukkan pergeseran pendekatan dalam penanganan kesehatan masyarakat. Intervensi tidak lagi bertumpu pada pengobatan semata, tetapi mengedepankan pencegahan melalui edukasi dan perubahan perilaku.

Program yang mengusung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta edukasi pencegahan TB itu tidak berhenti pada penyuluhan, tetapi mendorong perubahan perilaku hingga ke lingkup keluarga.

Perusahaan, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah tampil dalam satu barisan. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci dalam membangun ketahanan kesehatan masyarakat di wilayah yang terus berkembang sebagai kawasan industri.

Senior Occupational Health & Industrial Hygiene Analyst PT Vale IGP Pomalaa, Aditya Hafria Vanani, menegaskan bahwa pendekatan berbasis edukasi menjadi strategi utama dalam memutus rantai penularan TB. Penyakit tersebut tidak hanya membutuhkan pengobatan jangka panjang, tetapi juga kesadaran kolektif agar pencegahan berjalan efektif.

“Intervensi harus menyentuh keluarga. Kami ingin masyarakat tidak sekadar tahu, tetapi membiasakan hidup bersih dan sehat dalam keseharian,” ujarnya.

Pendekatan ini menjadi penting mengingat TB masih menjadi tantangan kesehatan yang kompleks. Penularannya yang cepat melalui percikan batuk serta kebiasaan hidup yang kurang sehat membuat penyakit ini sulit dikendalikan tanpa perubahan perilaku yang konsisten.

Kepala Puskesmas Pomalaa, dr. Armayanti, menyebutkan bahwa pihaknya kini mengintensifkan langkah deteksi dini dengan sistem jemput bola. Langkah tersebut diambil untuk mempercepat penanganan kasus sekaligus menekan potensi penyebaran di lingkungan padat penduduk.

“Kesadaran masyarakat mulai meningkat. Ini terlihat dari bertambahnya warga yang datang memeriksakan diri. Deteksi lebih awal memungkinkan penanganan lebih cepat,” katanya.

Penerapan PHBS menjadi fondasi utama dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk TB. Kebiasaan sederhana seperti menjaga kebersihan rumah, memperhatikan sirkulasi udara, serta tidak berbagi alat makan dinilai memiliki dampak signifikan.

Selain penyuluhan, kegiatan ini juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang disambut antusias warga. Sejumlah tenaga medis memberikan konsultasi langsung, sekaligus mengidentifikasi warga yang membutuhkan penanganan lanjutan.

Sekretaris Camat Pomalaa, Hamdani Kahar, menilai sinergi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi faktor penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, kesehatan merupakan fondasi utama bagi produktivitas masyarakat.

“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Jika dilakukan secara rutin, dampaknya akan jauh lebih besar bagi desa dan kelurahan,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan upaya menjaga kebersihan lingkungan dengan penanganan tengkes (stunting), yang masih menjadi perhatian pemerintah. Lingkungan yang sehat dinilai berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Laporan: Anti

Read Entire Article
Finance | Berita| Koran| Selebritis|