SULTRAKINI.COM: KENDARI – Tim mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) kembali mengharumkan nama kampus di tingkat nasional. Melalui inovasi bisnis berbasis potensi lokal Sulawesi Tenggara, tim lintas fakultas UHO berhasil meraih Juara III pada National Business Plan Competition 2026 yang digelar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
Prestasi tersebut diraih setelah tim UHO bersaing dengan puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi ini menilai berbagai aspek mulai dari inovasi usaha, kelayakan bisnis, strategi pengembangan, hingga kemampuan presentasi peserta.
Tim UHO terdiri atas Ayumi Azzahra dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebagai ketua tim, Diyna ‘Awliya ‘Aziyzah dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), serta Azika Noor Faizah dari Fakultas Hukum (FH). Ketiganya mendapat pendampingan dari Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (PK2M) UHO, Lade Sirjon, S.H., LL.M.
Dalam wawancara yang dilakukan Rabu (17/6/2026), Ayumi Azzahra mengungkapkan bahwa timnya mengusung ide bisnis bernama Sagro Chips, yakni keripik berbahan dasar sagu dan daun bakau yang memanfaatkan kekayaan sumber daya lokal Sulawesi Tenggara.
Menurut Ayumi, lahirnya ide tersebut berangkat dari keinginan tim untuk menghadirkan produk bernilai tambah yang tidak hanya memiliki peluang pasar, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan bagi masyarakat.
“Kami melihat Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya lokal yang sangat besar, tetapi belum banyak diolah menjadi produk bernilai tambah. Karena itu kami mencoba menghadirkan camilan yang unik, sehat, dan memiliki dampak sosial maupun lingkungan,” ujar Ayumi.
Ia menjelaskan, Sagro Chips tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis. Produk tersebut juga dirancang untuk mendukung pemberdayaan masyarakat pesisir serta mendorong pelestarian kawasan mangrove melalui pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Dalam penyusunan business plan, ketiga anggota tim membagi tugas sesuai bidang dan kemampuan masing-masing. Ada yang fokus pada aspek produksi, pemasaran, hingga analisis keuangan agar proposal yang disusun lebih komprehensif.
Meski demikian, proses persiapan menuju kompetisi nasional tidak berjalan tanpa hambatan. Ayumi mengakui tantangan terbesar yang dihadapi tim adalah membagi waktu antara perkuliahan, tugas akademik, aktivitas organisasi, dan persiapan lomba.
“Tantangan terbesar adalah membagi waktu. Selain itu, kami juga harus memastikan proposal yang kami susun tidak hanya menarik secara ide, tetapi juga realistis dari sisi pasar dan keuangan,” katanya.
Ayumi menilai salah satu keunggulan proposal tim UHO terletak pada perpaduan antara inovasi produk, peluang bisnis, serta dampak keberlanjutan yang ditawarkan. Menurutnya, Sagro Chips menjadi gagasan yang tidak sekadar menjual produk, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial dan lingkungan.
Saat diumumkan sebagai Juara III tingkat nasional, seluruh anggota tim mengaku sangat bersyukur dan bangga. Capaian tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa UHO mampu bersaing dengan berbagai kampus besar di Indonesia sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan di masa mendatang.
Ke depan, tim berkomitmen mengembangkan Sagro Chips menjadi usaha nyata melalui penyempurnaan produk, perluasan uji pasar, dan penjajakan kerja sama dengan berbagai pihak. Bahkan, setelah berhasil meraih posisi ketiga, mereka optimistis siap mengejar target Juara I pada kompetisi berikutnya.
Laporan: Andi Mahfud

7 hours ago
7
















































