SULTRAKINI.COM: Program Studi (Prodi) Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar Lokakarya Revisi Kurikulum Berdampak Berbasis Outcome Based Education (OBE) pada Kamis (12 Maret 2026) di Aula Bahtiar FISIP UHO, Kendari. Kegiatan ini melibatkan dosen, alumni, mahasiswa, pengguna lulusan, serta berbagai pemangku kepentingan guna memperkuat kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan industri dan perkembangan dunia bisnis.
Lokakarya yang dilaksanakan secara luring dan daring melalui Zoom Meeting tersebut menghadirkan narasumber pakar di bidang Administrasi Bisnis dari Asosiasi Ilmu Administrasi Bisnis Indonesia (AIABI), Dr. R. Anang Muftiadi, SE., M.Si, yang juga merupakan akademisi dan konsultan dari Universitas Padjadjaran Bandung.
Dalam pemaparannya, Anang Muftiadi menegaskan bahwa penyusunan kurikulum Administrasi Bisnis harus didasarkan pada asas rasionalitas dengan mempertimbangkan berbagai kebutuhan kompetensi masa depan. Beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan antara lain penguasaan teknologi masa depan, penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan keberlanjutan, serta penguatan kompetensi pengetahuan, perilaku, dan keterampilan mahasiswa.
Ia menjelaskan, kebutuhan pengetahuan dalam kurikulum meliputi pemahaman fungsi bisnis, bisnis berbasis digital, simulasi model bisnis, hingga pengorganisasian bisnis. Sementara itu, aspek perilaku yang perlu dibangun pada mahasiswa antara lain integritas, etika kerja, kemampuan adaptasi, fleksibilitas, kreativitas, inisiatif, serta motivasi kerja.
Adapun dari sisi keterampilan, mahasiswa perlu dibekali kemampuan pengolahan data, komunikasi, negosiasi, kepemimpinan, kewirausahaan, serta pengembangan bisnis yang relevan dengan dinamika dunia usaha saat ini.
Koordinator Prodi Administrasi Bisnis FISIP UHO, Dr. Sitti Hairani Idrus, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa lokakarya ini bertujuan melakukan pemetaan mata kuliah terhadap Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan menggunakan pendekatan Outcome Based Education (OBE).
“Pendekatan OBE menekankan bahwa seluruh proses pembelajaran dirancang secara sistematis agar mahasiswa mampu mencapai kompetensi lulusan yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Menurutnya, pemetaan kurikulum tersebut juga memperhatikan ciri khas Prodi Administrasi Bisnis UHO yang berorientasi pada pengembangan bisnis berbasis potensi pesisir dan pedesaan. Oleh karena itu, sejumlah mata kuliah diarahkan untuk mendukung pengembangan kewirausahaan, pengelolaan usaha, serta analisis bisnis yang relevan dengan potensi ekonomi lokal.
Melalui integrasi tersebut, lulusan Administrasi Bisnis diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan manajerial dan analitis, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pengembangan usaha dan organisasi yang berkelanjutan, khususnya di wilayah pesisir dan pedesaan.
Selain pemaparan materi dari narasumber, kegiatan lokakarya juga diisi dengan diskusi dan sesi berbagi pengalaman (sharing session) yang melibatkan stakeholder, dosen, pengguna lulusan, alumni, dan mahasiswa.
Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi dan penyempurnaan kurikulum secara berkala di lingkungan Prodi Administrasi Bisnis. Melalui lokakarya ini, diharapkan kurikulum yang dihasilkan semakin berkualitas, relevan dengan standar pendidikan tinggi, serta selaras dengan kebutuhan industri.
Dengan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), Prodi Administrasi Bisnis FISIP Universitas Halu Oleo menargetkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan kewirausahaan di era ekonomi digital.

4 hours ago
4
















































